"Dengan berinovasi, buat orang lain memiliki ketergantungan dengan produk kita. Selalu ada yang dinanti," ujar Wali Kota Maidi saat menjadi narasumber kegiatan pembinaan pelaku UMKM kuliner Kota Madiun di Taman Edukasi dan Wisata Ngrowo Bening Madiun, Rabu.
Menurut dia, inovasi dapat menjadi daya tarik tersendiri. Tentunya, hal ini wajib diikuti dengan peningkatan kualitas produk. Jangan sampai sudah ramai lalu kualitas diturunkan.
Kualitas produk wajib dimiliki jika ingin mempertahankan pasar. Baik, kualitas dari segi rasa, higienis, maupun kemasan hingga sampai di tangan konsumen.
"Artinya mulai dari permodalan, kemasan, dan kualitas, semuanya harus maju. Karena semakin kita maju, kita harus kompetitif, maka kita harus bisa mengikuti perubahan itu," kata Maidi.
Kota Madiun, lanjutnya, merupakan kota jasa. Maka UMKM harus bisa menjadi penggerak agar kota semakin dikenal dan perekonomian semakin maju.
Lebih lanjut, mantan Sekda Kota Madiun itu menjelaskan bahwa pelatihan dan pembinaan terus dilakukan oleh Pemkot Madiun untuk membantu pelaku usaha meningkatkan nilai jual produknya. Mulai dari pelatihan mengolah bahan, pengemasan, hingga cara pemasaran.
Wali Kota berharap, perkembangan Kota Madiun yang kian pesat hingga mampu mendatangkan wisatawan ini dapat diimbangi dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.
"Jangan diam saja. Ambil kesempatan agar produknya semakin dikenal dan laris," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ada sekitar 750 pelaku UMKM sektor kuliner yang dibina oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Madiun mengikuti pendampingan tersebut. (*)
Pewarta: Louis Rika StevaniUploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026