Madiun (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Madiun, Jawa Timur memastikan pasokan dari distributor dan stok minyak goreng kemasan bersubsidi atau Minyakita di pasaran aman sehingga warga diminta tidak perlu panik.
"Meski terjadi kenaikan harga di pasaran, namun Pemkot Madiun memastikan kondisi Minyakita masih terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok minyak goreng rakyat tetap aman," ujar Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Madiun Siti Nurjanah alam keterangannya di Madiun, Selasa.
Selain stok, pihaknya juga memastikan harga minyak goreng rakyat atau Minyakita masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni di Rp15.700 per liter. Sementara harga terpantau di pasaran memang lebih tinggi, yakni di kisaran Rp18.000 hingga Rp22.000 per liter.
Menurutnya, pemerintah kota rutin memantau harga bahan pokok di tiga pasar tradisional, tidak hanya minyak goreng, tetapi juga beras, gula, dan cabai. Koordinasi dengan distributor seperti Bulog, PPI, dan RNI juga terus dilakukan untuk menjaga pasokan.
"Selama Minyakita masih sesuai HET dan distribusinya lancar, masyarakat tidak perlu khawatir. Kebutuhan tetap bisa terpenuhi tanpa lonjakan harga yang signifikan," katanya.
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan tanpa tekanan besar terhadap pengeluaran. Namun, warga tetap diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga.
Sementara Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto memastikan pasokan Minyakita di Kota Madiun tetap aman.
Ia menyebut hingga pertengahan April, Bulog Madiun telah menggelontorkan sebanyak 370.860 liter Minyakita ke pasar untuk menjaga stok sekaligus menahan gejolak harga.
Adapun, penyaluran terbesar menyasar ke pasar SP2KP, termasuk Pasar Besar Madiun (PBM) dengan jumlah pasokan mencapai 107.376 liter.
Disusul pasar non-SP2KP sebesar 80.232 liter, KDMP 43.569 liter, serta toko dan pengecer Bulog sekitar 137.000 liter.
Selain itu, Bulog juga menjaga harga tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang masih ditetapkan Rp15.700 per liter. Pasokan ke pedagang diberikan dengan harga Rp14.500 per liter, sehingga pedagang masih diberikan ruang margin.
Pihaknya bersama Satgas Pangan dan dinas terkait di pemda wilayah kerjanya terus melakukan pengawasan guna mengantisipasi penyelewengan distribusi.
"Pedagang diwajibkan menjual sesuai HET, jika diketahui ada yang menjual di atas HET, maka akan diberikan sanksi berupa pemutusan pasokan dan status mitra pedagang," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026