Surabaya (ANTARA) - Ribuan siswa tingkat sekolah dasar mengikuti "Elementary School Games" (ESG) yang digelar DBL Indonesia di Grand City Convex Surabaya pada 12-15 Maret 2020, dengan memperebutkan 115 medali.
"Rinciannya, 38 medali emas, 37 medali perak dan 40 medali perunggu yang akan diperebutkan di kompetisi ini," ujar Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, di sela peluncuran sekaligus pembukaan ESG 2020 di Surabaya, Kamis.
Pesertanya, kata dia, mayoritas siswa dari puluhan sekolah dasar dan sederajat di Kota Surabaya, Sidoarjo, serta Bangkalan.
Menurut dia, digelarnya kompetisi tersebut bertujuan untuk memberikan tempat bagi anak-anak SD mengolah fisik, bertemu teman, bermain dan bersenang-senang.
"Ajangnya seperti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Jadi selain ada kompetisi olahraga, ada juga keseniannya," ucapnya.
Olahraga yang dipertandingkan yakni bola basket, mini futsal, lari jarak pendek (30 meter bagi siswa kelas 1-3 dan 40 meter bagi siswa kelas 4-6), lari estafet, serta kompetisi tradisional seperti balap karung dan bakiak.
Sedangkan, dari bidang kesenian antara lain menggambar, mewarnai, menyanyi, modern dance, marching band dan beberapa lagi lainnya.
"Kompetisi yang kami gelar tak sekadar menang kalah. Tapi, penekanannya ada pada pembinaan karakter. Anak-anak sejak usia SD harus mengenal apa arti kekalahan dan bagaimana contoh menjadi pemenang karena itulah arti kompetisi sesungguhnya," kata Masany.
Sementara itu, pada pembukaan ESG digelar seperti olimpiade, mulai atraksi tari-tarian dan nyanyian, hingga defile seluruh peserta yang mewakili sekolah masing-masing.
Turut hadir pada kesempatan tersebut CEO DBL Indonesia Azrul Ananda bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur Supratomo yang didampingi Sekretaris KONI Jatim Suwanto. (*)
