Satpol PP Madiun tangani 20 kasus kebakaran selama kemarau

id kebakaran,kebakaran madiun,kebakaran di kabupaten madiun,kebakaran musim kemarau

Satpol PP Madiun tangani 20 kasus kebakaran selama kemarau

Petugas Satpol PP Kota Madiun sedang memadamkan api yang membakar lahan kosong dekar perumahan warga di wilayah Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. (ANTARA/Louis Rika)

Kalau untuk kebakaran rumah lebih disebabkan faktor korsleting listrik ataupun kelalaian manusia
Madiun (ANTARA) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama dua bulan terakhir menangani 20 kasus kebakaran yang terjadi di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiawan mengatakan jumlah kasus kebakaran tersebut tergolong tinggi, seiring memasuki puncak musim kemarau yang membuat udara semakin panas dan rawan terjadi kebakaran.

"Dari sejumlah kasus kebakaran tersebut, paling banyak adalah kebakaran alang-alang kering di lahan kosong. Namun kebakaran rumah juga perlu diwaspadai," ujar Krisna kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, kasus kebakaran alang-alang mendapat perhatian cukup serius dari pihaknya. Sebab, sejak Juli hingga Oktober seiring memasuki puncak musim kemarau banyak laporan alang-alang kering di lahan kosong yang terbakar.

Penyebabnya dimungkinkan karena ada orang iseng yang membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan. Lalu, karena daun alang-alang yang terlalu kering, maka api dengan cepat membesar dan menyebar.

"Kalau untuk kebakaran rumah lebih disebabkan faktor korsleting listrik ataupun kelalaian manusia," kata dia.

Krisna menjelaskan beban kerja petugas pemadam kebakaran di Satuan Pol PP Kabupaten Madiun dinilai cukup berat. Karena selain jumlah personel minim, tim yang ada juga tidak memiliki armada pemadam kebakaran yang memadai.

Saat ini Pemkab Madiun hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau 15 kecamatan. Dengan 15 kecamatan, delapan kelurahan, dan 198 desa, idealnya mobil pemadam kebakaran (damkar) minimal ada empat unit.

Sekretaris Ops Damkar Satpol PP Kabupaten Madiun Zainal Komarudin mengatakan, selain tambahan armada, juga dibutuhkan tambahan pos bantu. Hal tersebut untuk menunjang keberadaan dua pos pelayanan teknis kebakaran milik satpol PP yang telah ada.

"Dari pemetaan, minimal dibutuhkan empat pos bantu penanganan kebakaran untuk memenuhi seluruh wilayah Kabupaten Madiun," kata dia.

Zainal menuturkan, di setiap pos itu setidaknya ditempatkan satu unit mobil damkar dan enam anggota. Dengan begitu, penanganan kasus kebakaran bisa ditangani secara efektif.

Selama ini pihaknya masih menggantungkan bantuan armada damkar dari Pemkot Madiun untuk menangani kasus kebakaran di Kabupaten Madiun. Ia berharap pengadaan armada damkar dapat segera direalisasikan.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar