Kuliah umum Unusa, Alim Markus dorong mahasiswa berani berwirausaha

id Alim markus, unusa, tips berwirausaha

Kuliah umum Unusa, Alim Markus dorong mahasiswa berani berwirausaha

CEO Maspion Group Alim Markus (kiri) saat menjadi pembicara pada kuliah umum bertema "Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship di Era Revolusi Industri 4.0" di kampus Unusa, Rabu (9/10/2019). ANTARA Jatim/Willy Irawan

Jangan pernah menyerah
Surabaya (ANTARA) - CEO Maspion Grup Alim Markus mendorong mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk berani berwirausaha saat menjadi pembicara di kampus setempat, Rabu.

"Untuk memulai usaha, menjadi pengusaha kecil dengan modal kecil jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah sudah siapkah kalian melangkah. Dan kalian, mahasiswa calon-calon entrepreneur ini harus berani untuk mulai," kata Alim Markus pada kuliah umum bertema "Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship di Era Revolusi Industri 4.0".

Alim bercerita tentang masa kecilnya yang harus bekerja membantu usaha ayahnya di gang kecil di kawasan Kapasan Surabaya sejak usia 15 tahun. Saat itu dirinya harus bekerja sejak pukul 05.00 hingga pukul 19.00 WIB atau 14 jam dalam sehari.

Pengusaha yang hanya berpendidikan SMP ini mengajak para mahasiswa yang berwirausaha untuk memiliki banyak mimpi. Hal ini penting untuk menciptakan banyak ide (kreatif) dan gagasan.

Dalam mewujudkan ide dan gagasan tersebut, kata dia, yang harus diingat adalah lakukan analisa terlebih dahulu. Dalam melakukan analisa, tidak boleh dengan emosi.

"Harus menggunakan pemikiran yang sebenarnya (logis) agar analisa tersebut terjamin. Dari 100 ide yang ada, bisa saja 90 ide gagal, tapi 10 ide berhasil itu sudah Alhamdulillah. Jangan pernah menyerah,” kata Alim.

Alim mengemukakan beberapa analisa yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha. Pengusaha bisa memulai usaha di manapun dan kapanpun. Namun harus dilihat apakah pendirian usaha tersebut akan bisa berkelanjutan, berapa cost logis yang dibutuhkan, keuntungan yang diperoleh, kapan bisa balik modal, dan siapakah kompetitor.

Bahkan jika sebagai industriawan, jauh ke depan juga dipikirkan satu, dua, tiga tahun ke depan, posisi usaha menjadi seperti apa dan siapakah kita.

"Di sekolah kita belajar satu tambah satu pasti dua, dua tambah dua pasti empat. Tapi di dunia luar bisa terjadi banyak kemungkinan hasilnya bisa bertambah atau malah menjadi nol. Di situlah belajar berwirausaha yang sesungguhnya," ujar Alim.

Tak lupa Alim memberi nasihat agar setiap individu agar mampu menguasai diri, menyeimbangkan pikiran dan badan. Hal ini penting agar pengusaha tetap memiliki akal sehat dalam menghadapi setiap kendala yang akan dihadapi dalam dunia usaha.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar