Kesyahbandaran Tanjung Perak gelar bersih laut dan pantai

id hari perhubungan nasional, harhubnas, bersih laut dan pantai, kesyahbandaran tanjung perak

Kesyahbandaran Tanjung Perak gelar bersih laut dan pantai

Kegiatan bersih laut dan pantai di perairan Tanjung Perak Surabaya dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2019, Kamis (11/9). (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

Melalui kegiatan ini kami berharap sampah khususnya plastik yang ada di laut kita bisa dikurangi
Surabaya (ANTARA) - Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggelar kegiatan bersih laut dan pantai dengan mengajak masyarakat maritim di wilayah perairan pelabuhan setempat.

"Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019," kata Kepala Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya M Tohir kepada wartawan di sela kegiatan bersih laut dan pantai di Surabaya, Kamis.

Kegiatan itu melibatkan instansi pemerintah maupun swasta di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mulai dari pengelola terminal, otoritas pelabuhan, navigasi, stakeholder, hingga badan usaha pelabuhan, serta turut menggandeng Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Sebenarnya, menurut Tohir, di perairan wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya setiap hari secara berkesenimbungan telah dilakukan pembersihan. 

'Pembersihan telah rutin kami lakukan di perairan, kolam pelabuhan, alur dan terminal untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang 'Greenport' atau ramah lingkungan," katanya. 

Dia berharap wilayah Tanjung Perak Surabaya bisa menjadi percontohan pelabuhan yang rapi dan bersih.

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin menandaskan gerakan bersih laut dan pantai hari ini dilakukan serentak di seluruh Kantor Kesyahbandaran se- Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019.

"Indonesia merupakan negara dengan wilayah laut yang luas sehingga potensi sampahnya besar. Melalui kegiatan ini kami berharap sampah khususnya plastik yang ada di laut kita bisa dikurangi," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar