1.300 pelanggaran ditangani Polres Madiun Kota selama sepekan OPS

id Operasi Patuh Semeru 2019,Operasi patuh,Polres Madiun Kota,Polres Madiun,pelanggaran lalu lintas

1.300 pelanggaran ditangani Polres Madiun Kota selama sepekan OPS

Kegiatan Operasi Patuh Semeru 2019 yang dilakukan jajaran Polres Madiun Kota di kawasan jalan Pahlawan Kota Madiun sekitar Taman Makam Pahlawan pada Kamis (5/9). Operasi tersebut bertujuan untuk mengurangi kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat. (Istimewa/Humas Polresta Madiun)

Madiun (ANTARA) - Polres Madiun Kota, Jawa Timur menangani sebanyak 1.300 pelanggaran lalu lintas selama sepekan Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar sejak tanggal 29 Agustus lalu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono, Jumat, mengatakan dari sejumlah pelanggaran tersebut didominasi oleh pelanggaran pengendara sepeda motor di bawah umur.

"Angkanya mencapai 60 persen dari total pelanggaran lalu lintas yang tercatat selama sepekan operasi berlangsung," ujar AKP Affan di Madiun kepada wartawan.

Pihaknya mengimbau warga Kota Madiun untuk mematuhi peraturan lalu lintas ketika berkendara, baik saat operasi berlangsung maupun tidak ada operasi.

Terdapat sejumlah fokus pelanggaran lalu lintas yang akan ditilang selama Operasi Patuh Semeru 2019 berlangsung. Di antaranya, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar (SNI), pengendara kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Kemudian, pengemudi yang mengendarai kendaraan melebihi batas kecepatan, mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi motor bawah umur, serta pengemudi yang melawan arus.

Sementara di wilayah Kabupaten Madiun, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Jimmy Heryanto Hasiolan, mengatakan sejauh ini terdapat 329 pengendara yang ditilang selama Operasi Patuh 2019 dimulai pada tanggal 29 Agustus sampai 4 September. Selain itu ada 134 pengendara yang ditegur.

Diperkirakan jumlah pelanggaran lalu lintas tersebut masih akan bertambah hingga operasi patuh selesai digelar pada tanggal 11 September mendatang.

Seperti diketahui, Operasi Patuh Semeru merupakan agenda tahunan dalam rangka cipta kondisi. Operasi tersebut tahun ini digelar selama 14 hari mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019.

Operasi tersebut penting karena bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui operasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengendara kendaraan bermotor agar mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku demi terwujudnya keselamatan antar-pengguna jalan.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar