La Chiva Gantiva dan Ana Alcaide, Suara Latin akan semarakkan Rainforest World Music Festival 2019

id Festival Musik Dunia Rainforest ,Kampung Budaya Sarawak ,berlangsung pada 12-14 Juli di ,festival pada

La Chiva Gantiva dan Ana Alcaide, Suara Latin akan semarakkan Rainforest World Music Festival 2019

La Chiva Gantiva, dari Kolombia ((STB))

Pontianak (ANTARA) - Tidak ada keraguan bahwa musik maupun lirik dalam bahasa Latin dan Spanyol, dapat melampaui banyak genre lain di panggung musik dunia. Sehingga tidak mengherankan, akan selalu ada grup Latin yang ikut serta dalam Rainforest World Music Festival.

Pada ajang RWMF yang ke-22 tahun ini, akan ada dua band yakni La Chiva Gantiva dari Kolombia dan Ana Alcaide dari Spanyol.  La Chiva Gantiva akan memberikan gambaran tentang asal mereka dengan sensual, ceria, dan dapat ditarikan melalui musik. Sementara Ana Alcaide, memadukan suara tradisional dari seluruh Eropa dan Mediterania dengan campuran budaya dari kota asalnya, Toledo, Spanyol.

La Chiva Gantiva seolah memutar musik tanpa batas yang akan membuat pendengarnya menari dengan kombinasi asli rock, funk, hip hop dan punk ritme Kolombia, sambil mempertahankan asal-usul multikultural di Kolombia.

Sang vokalis Rafael Espinel dikenal karena aksinya yang jenaka terhadap para hadirin, maka La Chiva Gantiva adalah suguhan untuk menyaksikan langsung sekaligus sebagai pembuktian perjalanan musik mereka yang menakjubkan dunia ketika salah satu dari tiga rekaman musik di studio mereka diputar di ajang pesta di Kolombia, sebuah bar di Belgia, atau di stasiun radio Meksiko.

Sementara Ana Alcaide, adalah seorang penyanyi, komposer dan instrumentalis dari Toledo, Spanyol. Instrumen utamanya adalah nyckelharpa yang ia temui saat belajar di Swedia.

Berakar dalam tradisi kuno namun sangat modern, komposisinya dengan cekatan memadukan gaya musik dari budaya yang berbeda. Dari latar belakang inspirasional kota Toledo, Ana menulis dan menghasilkan lagu-lagunya, menciptakan pengaturan baru dan mengadaptasi nyckelharpa dengan melodi kuno yang berasal dari Spanyol abad pertengahan dan telah melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Mediterania.

Tetapi evolusi pribadi dan artistiknya membawanya untuk menaklukkan bidang kreatif baru dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2016, album kelimanya Leyenda mencapai Top 10 di WMCE (World Music Charts Europe) dan juga di Transglobal World Music Charts.

Leyenda juga berada di puncak beberapa radio Internasional di sekitar Australia, Kanada, Inggris, Amerika Serikat dan Eropa. Album ini telah menerima ulasan dari para kritikus profesional di seluruh dunia termasuk Songlines Magazine yang memberikan Leyenda review Bintang 5, Top of the World.

Alcaide telah tampil di berbagai belahan dunia. Mulai di sekitar Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, Jerman, Maroko, Kanada, Bulgaria, Indonesia, Swiss, Korea Selatan, Uzbekistan, Argentina, Uruguay, dan telah tampil di lebih dari 500 konser di 4 benua.

Sejak 2016 dia adalah Direktur Artistik 'Festival Musik Dunia Toledo'.

Festival Musik Dunia Rainforest berlangsung pada 12-14 Juli di Kampung Budaya Sarawak dan diorganisir oleh Badan Pariwisata Sarawak, didukung oleh Tourism Malaysia dan didukung oleh Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya, Pemuda & Olahraga Sarawak.
 
Untuk informasi lebih lanjut tentang tiket, kegiatan festival, dan logistik, silakan masuk ke https://rwmf.net/. (*)

 
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar