Manajemen tunjuk Nazal Mustofa Latih Persik

id manajemen persik ,persik kediri ,kota kediri ,sepak bola kediri ,nazal mustoga latih kediri

Manajemen tunjuk Nazal Mustofa Latih Persik

Manajemen Persik Kediri saat mengenalkan Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala untuk melatih kesebelasan ini dalam pertandingan Liga II 2019 di mess Persik Kediri, Jawa Timur, Jumat (22/3). Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Kami inginnya di tahun pertama tidak degradasi dan di perjalanan waktu seandainya bisa berprestasi dan naik ke liga satu kenapa tidak. Yang jelas, segala sesuatu yang pasti penunjukan tim ini dianggap paling ideal saat ini. Kultur bola di Kediri mengutamakan kekeluargaan, itu jadi tolak ukur pertimbanagn kam
Kediri (ANTARA) -  Manajemen tim Persik Kediri, Jawa Timur, menunjuk Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala untuk melatih kesebelasan ini dalam pertandingan Liga II 2019.

Manajer Persik Kediri Beny Kurniawan, Jumat mengemukakan dipilihnya Nazal Mustofa sebagai pelatih berdasarkan diskusi dengan pemain, asisten pelatih, manajemen Persik, dan yang cocok adalah yang bersangkutan. Selain itu, Nazal juga dinilai banyak tahu tentang pemain Persik.

"Sembilan pemain sempat dipinjamkan ke Tegal (Persekat Tegal) dan beliau tahu karakter pemain. Yang pasti penunjukan ini juga pertimbangan lain, dianggap 'ngemong', 'ngayomi' Persik," katanya di Kediri.

Selain menunjuk pelatih kepala, manajemen juga telah menunjuk dua asisten dan pelatih kiper, yakni Alfiat. Di musim sebelumnya, Alfiat berhasil membawa Persik Kediri menjadi juara liga tiga. Sedangkan, untuk asisten kedua yakni Johan Prasetyo, dimana ia juga pernah menjadi bagian keluarga besar Persik Kediri pada 2003. Untuk pelatih kiper adalah Wahyudi. 

Beny juga menambahkan, di Liga II 2019, diharapkan Persik Kediri akan terus bangkit dan tidak akan terdegradasi. Ia berharap nantinya semua pemain yang dipilih bisa tampil optimal selama pertandingan berlangsung.

"Kami inginnya di tahun pertama tidak degradasi dan di perjalanan waktu seandainya bisa berprestasi dan naik ke liga satu kenapa tidak. Yang jelas, segala sesuatu yang pasti penunjukan tim ini dianggap paling ideal saat ini. Kultur bola di Kediri mengutamakan kekeluargaan, itu jadi tolak ukur pertimbanagn kami," kata dia.

Ia juga menambahkan, nantinya juga mengutamakan para pemain lama. Namun, untuk masalah kontrak hingga kini masih dalam pembicaraan antara manajemen dengan pemain. 

Sementara itu, Nazal Mustofa mengaku merasa tertantang menangani Persik Kediri. Ia berambisi membawa kesebelasan ini menjadi lebih baik, siap bermain dan menang. Bahkan, ia ingin membawa Persik lolos dalam liga dua ini.

"Persik ini tim besar, jadi dilihat dari latar belakang pernah jadi juara dua kali liga. Di mata sepak bola Indonesia, Kediri termasuk tim yang punya nama dan ini jadi tantangan tim sebesar Persik melibatkan saya," kata Nazal.

Ia juga mengatakan, dalam mencari pemain nantinya akan merekrut tenaga muda. Beberapa pemain lama juga akan dipertahankan, namun pihaknya juga akan mencari bibit terbaik yang akan bergabung dalam klub ini.

Disinggung yang perlu dibenahi dari Persik, Nazal mengatakan salah satunya kebugaran. Di Persik memang tidak bertaburan dengan pemain bintang, dengan mengandalkan kekuatan, bisa diajak bekerjasama, akan menjadikan tim ini lebih kuat. 

"Kami tidak mengandalkan pemain bintang, tapi yang punya power, yang bisa diajak kerja. Itu karena banyak lokal, karena untuk memberikan motivasi mudah. Untuk seleksi nanti mulai tanggal 1 April sampai dapat kerangkanya," kata dia.

Persik Kediri sebelumnya jatuh di Liga III, dan di musim ini berhasil lolos di Liga II. Dalam pertandingan ini, Persik juga sudah mendapatkan sponsor, salah satunya untuk jersey dari MBB Bogor. Seluruh jersey pemain akan diberikan oleh MBB, baik untuk latihan, pertandingan, hingga saat travel. (*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar