Wali Kota Risma tinjau jembatan gantung bambu dan rumah pompa di Wonorejo Surabaya

id risma,jembatan gantung bambu,rumah pompa

Wali Kota Risma tinjau jembatan gantung bambu dan rumah pompa di Wonorejo Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau pengerjaam proyek pembangunan jembatan gantung yang terbuat dari bambu di komplkes Ekowisata Mangrove, Wonorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis. (istimewa)

Jembatan bambu akan kita evaluasi kekuatannya karena kondisi tanahnya lembek, tapi yang penting itu kekuatan konstruksinya
Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau pengerjaam proyek pembangunan jembatan gantung yang terbuat dari bambu dan rumah pompa berlokasi di komplkes Ekowisata Mangrove, Wonorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

"Jembatan bambu akan kita evaluasi kekuatannya karena kondisi tanahnya lembek, tapi yang penting itu kekuatan konstruksinya," kata Wali Kota Risma saat memberikan arahan kepada stafnya di Ekowisata Mangrove,Wonorejo.

Menurut dia, ada enam jembatan bambu yang saling terhubung dengan satu sama lain di di Ekowisata Mangrove,Wonorejo. Jika dihubungkan, jembatan itu memilki panjang mencapai 600 meter. 

Selain meninjau jembatan bambu, Risma rumah pompa yang berdekatan dengan pembangunan jembatan tersebut. Terlihat, ia beberapa kali berkomunikasi dan memberi arahan kepada jajarannya. Ia menyampaikan jika rumah pompa tersebut akan ditambah kapasitasnya. 

Terlebih, lanjut dia, pihaknya juga bakal melakukan penambahan pompa di Bozem Wonorejo itu. Nantinya rumah pompa itu bakal berfungsi untuk menampung air hujan di beberapa kawasan seperti Penjaringan Sari, Rungkut, Pandugo, hingga Perum Pondok Nirwana. 

"Kita akan tambah kapasitas pompa di sini. Nanti kita tambah kapasitasnya 5 meter kubik," ujarnya.
 
Selain menambah kapasitas rumah pompa Wonorejo, ia juga mengaku akan menambah kapasitas rumah pompa di beberapa lokasi lain, di antaranya rumah pompa Kalisari-Mulyosari akan ditambah 5 meter kubik, Kalidami ditambah 4,5 meter kubik, dan Bozem Morokrembangan ditambah 8 meter kubik. 

Penambahan kapasitas rumah pompa itu dilakukan sepanjang tahun 2019. "Insya Allah tahun ini selesai semua penambahan kapasitas pompa. Karena bukan proyek multiyears, semua tahun ini kelar, cuman tahun depan mungkin kita tambah lagi pompa," katanya.
 
Sementara di kawasan Surabaya Utara, lanjut dia, penambahan rumah pompa juga dilakukan di Jalan Ikan Musing yang bisa mengcover kawasan Jalan Rajawali, Pesapen, dan Perak. 

Untuk Pompa air di Sumberejo bisa menangani Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan kawasan Pakal. Sementara Pompa di Petekan bakal berfungsi untuk menanggulangi air laut masuk ke sungai atau rob.
 
"Kalau pompa petekan itu, sebetulnya untuk mencegah rob, air laut agar tidak masuk ke sungai Kalimas. Sering kali tidak hujan tapi daerah Kalisosok itu banjir. Dengan adanya pintu (pompa petekan) ini, air rob akan kita tutup, mudah-mudahan bisa," katanya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar