Menag: tenda jamaah haji dilengkapi dengan fasilitas penyejuk ruangan

id Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ,pesantren tebuireng jombang,haji 2019,bpih haji 2019,pelunasan haji 2019

Menag: tenda jamaah haji dilengkapi dengan fasilitas penyejuk ruangan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/3). Foto istimewa

Yang baru untuk pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan haji pertama kali di Arafah, tenda mereka sudah dilengkapi dengan AC. Mudah-mudahan ini meningkatkan kenyamanan jamaah haji
Jombang (ANTARA) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan  fasilitas pada  musim Haji 2019 akan semakin dilengkapi dan lebih baik di antaranya dengan fasilitas  berupa tenda untuk menginap di Arafah  dilengkapi dengan penyejuk ruangan atau AC.

"Yang baru untuk pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan haji pertama kali di Arafah, tenda mereka sudah dilengkapi dengan AC. Mudah-mudahan ini meningkatkan kenyamanan jamaah haji," katanya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu.

Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana bagi jamaah calon haji yang hendak berangkat di musim Haji 2019. 

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu Keputusan Presiden terkait dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019.  Kepres tersebut diharapkan pekan depan sudah keluar, sehingga jamaah calon haji yang hendak berangkat bisa secepatnya memutuskan untuk pelunasan. Jika hingga waktu yang telah ditentukan ternyata tidak bisa melunasi, dipastikan yang bersangkutan tidak dapat berangkat.

"Alhamdulillah persiapan haji, sekarang ini kami tinggal menunggu pekan depan ada keluar Kepres untuk biaya haji. Sejak itu mereka yang telah ditetapkan berangkat tahun ini diminta melunasi setoran awal baru kemudian setelah mereka melunasi biaya haji akan mendapatkan bimbingan manasik, buku-buku manasik, dan seterusnya," kata dia.

Terkait dengan besaran biaya haji, Menag juga menambahkan sebenarnya tidak semua emberkasi sama, sebab tergantung dengan jarak dan pesawat yang digunakan untuk mengangkut para jamaah. Misalnya untuk Surabaya berbeda dengan Solo maupun dengan Medan. Beberapa yang membedakan di antaranya adalah penggunaan bahan bakar dari pesawat tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk panitia haji dari Indonesia juga sudah mulai menyiapkan hotel yang hendak digunakan menginap jamaah calon haji, katering, transportasi darat dan berbagai keperluan lainnya. 

Sedangkan terkait dengan rekam biometrik dan sidik jari maupun retina, diharapkan bisa diperluas lagi, sehingga saat jamaah turun dari pesawat baik di Jedah, Madinah, bisa langsung keluar pintu pesawat tidak perlu menunggu terlalu lama hingga berjam-jam untuk pemeriksaan. 

Menag datang ke Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Ia disambut pengasuh pesantren, yakni KH Sholahudin Wahid. Ia menghadiri acara seminar nasional di pesantren tersebut. Selain Menag, hadir Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek dan sejumlah tamu undangan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar