Kapolres Lumajang Pimpin Rekonstruksi Tragedi Pacuan Kuda Pantai Wotgalih

id pacuan kuda,pantai wotgalih,kapolres lumajang,meninggalnya anak

Kapolres Lumajang Pimpin Rekonstruksi Tragedi Pacuan Kuda Pantai Wotgalih

Kapolres Lumajang AKPB Muhammad Arsal Sahban (kanan) didampingi Kasat Reskrim AKP Hasran (kiri) melihat kekuatan pagar pembatas di arena pacuan kuda Pantai Wotgalih, Kabupaten Lumajang, Selasa (12/2/2019). (Foto Polres Lumajang)

Kami akan mendatangkan saksi ahli, apakah penyelenggaraan pacuan kuda tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur atau tidak
Lumajang (Antaranews jatim) - Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi tragedi pacuan kuda di Pantai Wotgalih yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia setelah tertabrak dan terinjak kuda yang keluar dari arena pacuan.
   
"Dari hasil rekonstruksi diperoleh informasi kalau kegiatan pacuan kuda itu merupakan ajang nasional tahun 2019 yang rencananya dilaksanakan sebanyak sembilan race dengan peserta se-Jawa Timur," kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban yang memimpin langsung rekonstruksi tersebut di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Selasa.
     
Insiden itu terjadi dalam kegiatan Pacuan Kuda Nasional yang menyebabkan Maghda Agil Benzema (7), putra dari pasangan suami istri Usman dengan Ririn yang beralamat di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, meninggal dunia pada Sabtu (9/2).
     
"Anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Maghda Agil Benzema meregang nyawa setelah tertabrak dan sempat terinjak oleh kuda yang menerobos pagar arena pacuan kuda," tuturnya.
   
Ia mengatakan, pada awalnya kuda satu dan lainnya sempat berdempetan, bahkan salah satu kuda berlari lurus ke arah pagar yang diperuntukkan sebagai tempat pemilik kuda.

Namun, karena antusias masyarakat melihat pacuan kuda tersebut cukup banyak, maka membuat para pemilik kuda bergeser ke tempat lainnya, sehingga tempat tersebut dipenuhi warga termasuk korban yang datang menonton bersama neneknya.
   
"Tempat tersebut memang diperuntukan untuk keluar masuk pemilik kuda yang pengamanannya berupa bambu yang dapat digeser dan tidak terpasang kuat seperti pagar pengaman lainnya, sehingga  kuda yang hilang kendali dapat dengan mudah menerobos pagar pengaman hingga menyebabkan tewasnya korban," katanya.

Baca juga: Polres Lumajang Bentuk Tim Investigasi Selidki Kasus Pacuan Kuda "Maut"
   
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (9/2) sekitar pukul 13.40 WIB pada race kelima dan salah satu kuda keluar dari lintasan hingga menabrak pagar pembatas penonton yang terbuat dari bambu dan berhenti saat menabrak tiang tenda penonton. 
   
"Nenek korban berusaha menolong cucunya yang berada di bawah kuda, kemudian membawanya ke RSUD Hariyoto Lumajang dengan kendaraan pribadi, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan," ujarnya.
   
Arsal menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan keluarga korban atas insiden tersebut dan melakukan proses hukum kepada pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.
   
"Kami akan mendatangkan saksi ahli, apakah penyelenggaraan pacuan kuda tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur atau tidak, sehingga kami berjanji akan mengusut tuntas insiden itu," katanya.
   
Sementara ayah korban Usman mengaku pasrah terhadap penanganan kasus yang ditangani aparat kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Polres Lumajang.(*)    
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar