Pelajar Driyorejo Gresik Raih Tiket Perjalanan Pendidikan ke Singapura

id Pelajar Gresik, Pelajar Gresik ke Singapura, Essay Competition 2019, Lomba Tulis Siswa Gresik

Pelajar Driyorejo Gresik Raih Tiket Perjalanan Pendidikan ke Singapura

Favian Daffa Gusma, pelajar SMA Negeri 1 Driyorejo, Kabupaten Gresik, (ist)

Lomba esai adalah bagian dari gerakan untuk ikut mendorong budaya literasi di kalangan milenial
Gresik (Antaranews Jatim) - Favian Daffa Gusma, pelajar SMA Negeri 1 Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meraih tiket perjalanan pendidikan atau education trip ke Singapura, setelah karya tulisnya terpilih menjadi karya terbaik lomba penulisan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019.
     
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang, sebab sudah beberapa kali ikut tapi baru kali deg-degan karena hadiahnya ke luar negeri," kata Favian, pelajar kelas XII di Gresik, Senin.

Dalam tulisannya yang berjudul Mempertebal Pemahaman Multikultural di Sekolah untuk Menghentikan Radikalisme dan Terorisme itu, Favian menawarkan pemahaman nilai multikultur yang harus dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun di kelas. Misalnya, lewat kegiatan Pramuka, PMR, olahraga dan sejenisnya.

"Indonesia adalah negara dengan beragam suku dan agama. Keragaman tersebut harus tetap dijaga dan rawat, bukan justru menjadi sumber konflik," katanya.

Koordinator Essay Competition 2019, Deni Ali Setiono, mengatakan, pelajar asal Driyorejo itu menang setelah melalui proses penjurian yang ketat.

"Kami bersama tim juri tidak hanya narasi yang dituliskan, tetapi ada tahapan assesment. Dari ratusan naskah yang masuk, terjaring lima pelajar terbaik. Selain Favian, lima finalis lain adalah Naura Zalfa Addintama (SMAN 1 Gresik),  Channah Auliya Rizqy (MAN 2 Gresik),, Dwi Wulandari (SMAN 1 Kebomas), dan Luluk Addiniyah (MA Assi'diyah)," katanya.

"Kami tidak menduga, ternyata rata-rata tulisan-tulisan para generasi milenial Gresik luar biasa. Rencana kami terbitkan menjadi sebuah buku," katanya.

Ketua Panitia HPN 2019 PWI Gresik Ashadi Iksan menambahkan, lomba esai adalah bagian dari gerakan untuk ikut mendorong budaya literasi di kalangan milenial.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital ada kecenderungan para pelajar lebih suka bermain game dan bermedsos ria daripada menulis sebuah karya.

"PWI terdorong mengajak mereka untuk mau membaca dan menulis karya yang bermanfaat, dan kami beri apresiasi tiket pendidikan Singapura," katanya.

PWI Gresik juga menggelar media trip, competence development, Anugerah Giri Pancasuar Awards, dan Ngaji Bareng Kiai Kanjeng dengan tema Satu Semangat Ke-Indonesia-an. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Qolib memberikan apresiasi terhadap serangkaian program yang dilaksanakan dalam rangkaian HPN 2019.

"Sudah beberapa tahun kegiatan PWI yang bersinergi dengan kami berjalan sangat baik dan memberikan kemanfaatan pada masyarakat," katanya.

Sementara itu, kompetisi menulis esai ini diselenggarakan PWI Gresik dengan dukungan DPRD Gresik dan Singapore Tourism Board (STB) itu, dan merupakan rangkaian peringatan HPN 2019.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar