Pencanangan Gerakan Serentak PSN 3M Plus di Kabupaten Probolinggo

id demam berdarah,dbd probolinggo,gerakan PSN,PSN probolinggo,PSN 3M,berantas sarang nyamuk

Pencanangan Gerakan Serentak PSN 3M Plus di Kabupaten Probolinggo

Pencanangan Gerakan PSN 3M Plus di Kabupaten Probolinggo (Dinas Kominfo Pemkab Probolinggo)

Pencanangan PSN 3M Plus sangatlah perlu karena saat ini memasuki musim hujan, sehingga diharapkan dengan pencanangan PSN itu nantinya dapat mencegah meluasnya penyakit DBD di Kabupaten Probolinggo
Probolinggo (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mencanangkan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) plus untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penular penyakit demam berdarah dengue (DBD).
     
Pencanangan gerakan serentak program PSN 3M Plus tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan PSN di Kecamatan Kraksaan oleh Forkopimka Kraksaan, Kepala Desa/Lurah, MWC NU dan Kepala Puskesmas Kraksaan yang digelar di Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat.
   
 "Kegiatan PSN 3M Plus itu tidak berhenti sampai disini saja karena nantinya akan dilakukan secara berkelanjutan dan pengasapan atau fogging bukan solusi utama untuk mengatasi permasalahan penyakit DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo Anang Budi Yulianto di Probolingo.
     
Menurutnya PSN 3M Plus adalah cara yang paling efektif untuk pemberantasan jentik sebelum menjadi nyamuk dan gerakan tersebut diperintahkan oleh Bupati Probolinggo untuk dilaksanakan semua institusi pemerintah maupun swasta, serta dilakukan di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
   
 "Pencanangan PSN 3M Plus sangatlah perlu karena saat ini memasuki musim hujan, sehingga diharapkan dengan pencanangan PSN itu nantinya dapat mencegah meluasnya penyakit DBD di Kabupaten Probolinggo," katanya.
     
Melalui program PSN 3M Plus, lanjut dia, diharapkan kegiatan itu bisa dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, sehingga masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan terus menjaga kebersihan lingkungan dan masyarakat lebih peduli untuk melakukan PSN, agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
   
 "Sangat penting mengedukasi masyarakat agar berperilaku hidup sehat, membiasakan hidup sehat dan memberikan tanggungjawab menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungannya untuk hidup sehat melalui upaya preventif dan promotif," ujarnya.
     
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila ada anggota keluarganya yang demam tinggi selama tiga hari berturut-turut maka harus dibawa ke pusat pelayanan kesehatan, agar tidak terlambat mendapatkan penanganannya.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar