Olahraga Wisata di Kebun Kakao Kembali Digelar di Banyuwangi

id kebun kakao,glemore,wisata banyuwangi,wisata kakao,olahraga wisata,olahraga di kebun kakao,wisata olahraga banyuwangi

Olahraga Wisata di Kebun Kakao Kembali Digelar di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (dua kanan) di kawasan Perkebunan Kakao, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. (istimewa)

Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali akan menggelar kegiatan olahraga wisata (sport tourism) di kebun kakao diantaranya "Chocolate Glenmore Run" dan Chocolate Happy Cycling" (bersepeda dan berlari di kebun kakao) pada 16 hingga 17 Februari 2019.

Dalam keterangan tertulis diterima Antara di Banyuwangi, Kamis, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa kegiatan yang terpusat di kawasan wisata Doesoen Kakao, Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, itu nantinya juga dirangkai dengan acara  "Chocolate Jazz"  dan "Food Festival".

"Kami ingin mengenalkan Glenmore sebagai salah satu penghasil kakao terbaik dunia, karena Kakao dari perkebunan Glenmore ini telah diekspor ke berbagai penjuru dunia dan menjadi bahan cokelat terbaik di dunia," kata Bupati Anas.

Ia mengatakan, para peserta "Chocolate Glenmore Run" dan Chocolate Happy Cycling" akan diajak menyusuri hamparan areal perkebunan kakao dan karet seluas sekitar 1.500 hektare.

Selain menjelajahi kebun kakao sepanjang rute, menurut Anas, para pelari dan pesepeda bisa menikmati kuliner berbahan cokelat yang diolah penduduk desa setempat.

"Pastinya ini akan menjadi pengalaman yang unik menikmati musik jazz sembari menyesap kelezatan cokelat tepat di tengah-tengah perkebunan kakao, terlebih Glenmore merupakan kawasan perkebunan yang sejuk," ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Banyuwangi, Wawan Yadmadi menjelaskan kompetisi lari ini akan melombakan dua kategori, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer.

Para wisatawan juga bisa mengikuti kompetisi sepeda menaklukkan lintasan menantang dalam kegiatan "Chocolate Happy Cycling" dan peserta akan melintasi rute sejauh 20,4 kilometer dengan lokasi start dan finish yang sama, yaitu di Doesoen Kakao.

"Lintasan yang akan dilalui peserta, 80 persen 'offroad', dan setelah melewati jalur mulus di jalan lintas selatan, peserta akan memasuki jalanan terjal dan berbatu di pinggiran perkebunan yang rimbun. Tantangan akan semakin berat pada 2 kilometer terakhir saat peserta harus menaklukkan rute menanjak dan beraspal yang licin," paparnya.

Data diperoleh, even ini terdiri dua kategori lomba, yaitu "Racing" (kompetisi) dan Gowes Happy, untuk "Racing' dibagi menjadi 4 kelompok diantaranya semua usia (open) Master A (usia 30-39 tahun), Master B (40-49 tahun) dan Master C (50 tahun ke atas), sedangkan "Gowes Happy" terbuka untuk semua usia. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar