Indeks Pasar Saham Eropa Ditutup Lebih Rendah

id ibex, indeks pasar saham eropa, bursa saham

Indeks Pasar Saham Eropa Ditutup Lebih Rendah

Ilustrasi - Indeks acuan pasar saham Spanyol, IBEX-35. (Reuters)

London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih lemah pada perdagangan Kamis (17/1), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,40 persen atau 27,76 poin, menjadi 6.834,92 poin.

ITV, sebuah perusahaan media Inggris, adalah pemain terburuk dengan mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", harga sahamnya jatuh 5,94 persen.

Diikuti oleh saham Wood Group (John), sebuah perusahaan jasa energi internasional, yang merosot 4,65 persen, serta SSE, sebuah perusahaan energi Skotlandia, turun 3,31 persen.

Sementara itu, Associated British Foods, sebuah perusahaan pemrosesan makanan dan peritel multinasional Inggris, melonjak 6,98 persen, menjadi pencetak keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham Sage Group dan GVC Holdings, yang masing-masing meningkat 5,40 persen dan 2,08 persen.

Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (17/1), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 0,12 persen atau 12,62 poin, menjadi 10.918,62 poin.

Deutsche Bank mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan harga sahamnya jatuh 4,09 persen.

Disusul oleh produsen semikonduktor Infineon Technologies dan produsen otomotif Daimler, yang masing-masing kehilangan 2,24 persen dan 1,84 persen.

Di sisi lain, penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard meningkat 2,77 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan barang-barang konsumen Henkel serta perusahaan perangkat lunak multinasional SAP, masing-masing naik 2,08 persen dan 0,97 persen.

Deutsche Bank adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 172,5 juta euro (196,6 juta dolar AS).

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (17/1), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,34 persen atau 16,37 poin, menjadi 4.794,37 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 18 saham mengalami penurunan harga.

Grup keuangan Prancis Societe Generale menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan harga sahamnya anjlok 5,66 persen.

Diikuti oleh saham raksasa keuangan multinasional Prancis lainnya BNP Paribas yang kehilangan 3,85 persen, serta grup perbankan Prancis Credit Agricole turun 1,86 persen.

Sementara itu, perusahaan jasa-jasa makanan dan manajemen fasilitas Prancis Sodexo menguat 1,75 persen, merupakan peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham grup produsen barang-barang fashion mewah internasional Prancis Hermes, yang bertambah 1,39 persen, serta produsen material infrastruktur multinasional Prancis Saint Gobain, naik 1,02 persen.

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (17/1), dengan indeks acuan IBEX-35 melemah 0,05 persen atau 4,10 poin, menjadi 8.908,60 poin.

Sebanyak 16 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mencatat penurunan harga.

Perusahaan media Mediaset kehilangan 6,29 persen, membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Disusul oleh saham bank terbesar kelima Spanyol Banco Sabadell dan bankia terbesar keempat Spanyol Bankia, yang masing-masing turun 3,69 persen dan 2,54 persen.

Di sisi lain, perusahaan real estat Merlin menguat 2,02 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham pemasok listrik R.E.C. yang bertambah 1,95 persen, dan perusahaan real estate Inmobiliaria Colonial naik 1,72 persen. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar