Jumlah Wisatawan Ke Gunung Bromo Pada 2018 Meningkat

id Wisatawan Gunung Bromo,Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,Pengunjung 2018,wisatawan ke gunung bromo,wisata bromo

Jumlah Wisatawan Ke Gunung Bromo Pada 2018 Meningkat

Wisatawan dan masyarakat suku Tengger berada di bibir kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/6). Antara Jatim/Zabur Karuru/18

"Dari total kunjungan tersebut, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) mencapai Rp27,3 miliar,"

Malang (Antaranews Jatim) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai 853.016 orang.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kenedie mengatakan bahwa, dari total jumlah kunjungan tersebut, terbagi dari 828.247 orang merupakan wisatawan dalam negeri, dan sebanyak 24.769 merupakan wisatawan mancanegara.

"Dari total kunjungan tersebut, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) mencapai Rp27,3 miliar," kata John, di Kota Malang, Rabu.

John menambahkan, jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada 2017, tercatat mengalami peningkatan. Pada 2017 tercatat jumlah wisatawan dalam negeri sebanyak 628.895 orang, dan wisatawan luar negeri sebanyak 23.568 orang, dengan jumlah PNPB sebesar Rp22,08 miliar.

Khusus untuk periode 26-31 Desember 2018 atau masa libur akhir tahun, total pengunjung dalam kurun waktu enam hari tersebut mencapai 38.095 orang, dengan PNPB mencapai Rp1,29 miliar.

John menjelaskan, para pengunjung tersebut, masuk ke kawasan Gunung Bromo melalui empat pintu masuk, yakni Penanjakan Pasuruan, Cemorolawang Probolinggo, dan Coban Trisula, Kabupaten Malang, dan satu pintu masuk lainnya melalui Pendakian Ranu Pani, Lumajang.

Sementara itu, untuk Pendakian Gunung Semeru sepanjang 2018 tercatat sebanyak 289.464 orang, yang terdiri dari wisatawan dalam negeri sebanyak 284.352 orang, dan wisatawan mancanegara sebanyak 5.112 orang, dengan PNPB sebesar Rp207,48 juta.

Sebagai catatan, Pendakian Gunung Semeru akan ditutup total oleh Balai Besar TNBTS mulai 3 Januari 2019, hingga waktu yang belum ditentukan atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan kegiatan pendakian tersebut diambil setelah memperhatikan kondisi cuaca yang cenderung semakin memburuk.

Diperkirakan, pada periode Januari hingga April 2019, intensitas curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang akan terjadi di kawasan Gunung Semeru.

Selain itu, penutupan pendakian Gunung Semeru tersebut juga bertujuan untuk memulihkan dan merevitalisasi ekosistem di sepanjang jalur pendakian, dalam upaya untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, termasuk ekosistem yang ada di Gunung Semeru.(*)

Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar