Kodiklatal Siapkan Penembak Jitu Kopaska

id kopaska, pendidikan kopaska, sekolah pendidikan kopaska, kodiklatal, pasukan khusus, sniper, penembak jitu, tni al

Kodiklatal Siapkan Penembak Jitu Kopaska

Siswa Dikopaska, Komando Pendidikan Operasi Laut Kodiklatal, menjalani latihan menembak di Lapangan Tembak Lantamal V Pesapen, Surabaya, Rabu (21/11/2018). (IST/Kodiklatal)

seorang penembak jitu sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh target sasaran yang telah ditentukan
Surabaya (Antaranews Jatim) - Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) menyiapkan penembak jitu atau sniper untuk Komando Pasukan Katak (Kopaska) melalui latihan menembak yang dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan ke depan.

Komandan Sekolah Pendidikan Kopaska (Dikopaska) Letnan Kolonel Laut (P) Bayu mengatakan, latihan menembak itu dipusatkan di Lapangan Tembak Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) V, Pesapen, Surabaya.

"Pelatihan menembak ini diikuti 32 siswa Dikopaska Komando Pendidikan Operasi Laut Kodiklatal," katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Dia menjelaskan, pelatihan menembak ini merupakan bagian dari Pendidikan Kopaska angkatan ke-42 yang digelar sejak September lalu dan akan berlangsung selama 10 bulan.

"Tujuannya melalui Pendidikan Kopaska ini para siswa nantinya mampu melaksanakan tugas-tugas dalam operasi amfibi maupun peperangan khusus laut," ujarnya.

Khususnya dalam latihan menembak yang digelar selama tiga ke depan, harapannya adalah dapat mencetak penembak jitu Kopaska yang handal.

Bayu menjelaskan, dalam peperangan era modern, seorang penembak jitu sangat dibutuhkan untuk mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh target sasaran yang telah ditentukan.

Selama pelatihan menembak, siswa juga akan dilatih sebagai sniper yang juga mempunyai misi pengintaian dan pengamatan, anti-sniper, dan tugas penghancuran peralatan maupun fasilitas militer.

Bayu lebih lanjut mengungkapkan, dinamika yang perlu dicermati dalam kurun waktu lima tahun ke depan, di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang dapat berimplikasi pada perkembangan kekuatan militer, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Pertumbuhan eknonomi, lanjut dia, sangat mempengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional berupa ancaman militer mauoun nonmiliter, serta ancaman hibrida yang dapat dikategorikan dalam bentuk ancaman nyata dan belum nyata.

"Oleh karena itu, memiliki pasukan khusus TNI AL yang profesional dan modern merupakan keniscayaan untuk menghadapi dinamika ancaman tersebut, agar terwujud visi TNI Angkatan Laut yang andal dan disegani serta berkelas dunia," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar