Pemkot Malang Tingkatkan Edukasi Pengelolaan Sampah

id Pengelolaan Sampah Kota Malang,Edukasi Pengelolaan Sampah,pengelolaan sampah,sampah kota malang,sampah malang,edukasi sampah

Pemkot Malang Tingkatkan Edukasi Pengelolaan Sampah

Ilustrasi - Tempat Pengelolaan Sampah milik KSM Lestari di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang menjadi Pilot Project Pemprov Jatim. (/)

Malang (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Malang berupaya untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga menggunakan skema daur ulang guna mengurangi sampah yang dihasilkan.

Kepala Bidang Bina Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Rahmat Hidayat total sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Malang per hari mencapai 667 ton. Jika tidak ada pengelolaan yang baik, maka akan menjadi permasalahan yang besar dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kesadaran terus kita upayakan untuk ditanamkan kepada masyarakat. Kami selalu memberikan edukasi, pelatihan, dan juga pembinaan," kata Rahmat, di Kota Malang, Rabu.

Upaya yang dilakukan untuk memberikan edukasi tersebut akan terus dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat. Beberapa langkah yang disiapkan adalah bagaimana pengurangan sampah dari masyarakat, penanganan sampah, bahkan termasuk memberikan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Rahmat menjelaskan, Pemerintah Kota Malang tengah menggodok penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pengelolaan Sampah Kota Malang. Dalam ketentuan tersebut, Pemerintah Kota Malang akan menggandeng lurah dan camat untuk terjun langsung dalam pengelolaan sampah di masyarakat.

"Para camat dan lurah akan berpartisipasi dalam membina, melatih, dan mendampingi pengelolaan sampah dari sumber atau masyarakat, ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS)," kata Rahmat.

Dari total sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Malang sebanyak 667 ton per hari, telah dilakukan upaya untuk pengurangan sampah melalui skema daru ulang. Dalam pembuatan kompos dan biopori memanfaatkan sampah tersebut, mampu mengurangi sampah sebanyak 43,8 ton per hari.

Sementara dari pemanfaatan bank sampah, mengurangi lima ton sampah per hari, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) mengurangi 2,7 ton per hari, biogester 0,5 ton per hari, sektor informal mengurangi 70,6 ton per hari, dan kerajinan daur ulang sebanyak dua ton per hari.

Tercatat, total pengurangan sampah yang berhasil dilakukan dari berbagai upaya tersebut mencapai 124,60 ton per hari. Sementara untuk sampah yang ditangani mencapai 527,3 ton per hari, dan menyisakan sampah yang tidak dikelola sebanyak 15,1 ton per harinya.(*)

Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar