Sinergi dengan TNI AL, Wagub Jatim Usul Pembuatan Kampung Nelayan

id pemprov jatim,wagub jatim,saifullah yusuf,kampung nelayan,rtlh,surabaya,lantamal v

Sinergi dengan TNI AL, Wagub Jatim Usul Pembuatan Kampung Nelayan

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (tengah) di sela penutupan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat pesisir di Lantamal V Surabaya, Selasa (6/11/2018). (Foto Istimewa/Humas Pemprov Jatim)

Kampung nelayan akan menawarkan lingkungan yang bersih, indah dengan tujuan akhir menjadi daerah tujuan wisata
Surabaya (Antaranews Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengusulkan pembuatan kampung nelayan sebagai tempat atau sarana menambah kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadikannya daerah tujuan wisata.

"Kampung nelayan akan menawarkan lingkungan yang bersih, indah dengan tujuan akhir menjadi daerah tujuan wisata," ujar wagub usai menjadi inspektur upacara penutupan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat pesisir di Lantamal V Surabaya, Selasa.

Menurut dia, konsep kampung nelayan bisa dipilih dan selanjutnya bekerja sama dengan TNI AL agar tumbuh konsep wisata baru yang bisa menambah kesejahteraan masyarakat pesisir pantai atau nelayan.

"Sinergi antara pemerintah dan TNI tidak akan berhenti untuk menyejahterakan rakyat. Setelah program renovasi RTLH, bisa berlanjut ke program kampung nelayan karena masih ada keterkaitan," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Khusus program renovasi RTLH, tambah Gus Ipul, telah terbukti memberi manfaat yang cukup besar, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.

Pelaksanaan kegiatan RTLH tahun 2018 tersebar di empat rayon dengan jumlah rumah direnovasi sebanyak 903 unit, dan menjadi kegiatan lanjutan sejak 2015 hingga 2017 yang mencapai 4.450 unit RTLH dan sembilan unit MCK.

Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu juga mengapresiasi program tersebut, karena mampu merenovasi rumah milik rakyat dengan anggaran yang sangat minim, tapi berkualitas.

"Keberadaan rumah hasil renovasi menjamin penghuninya mendapatkan fasilitas hidup yang layak. Saya senang dan gembira program ini telah selesai meski anggarannya hanya Rp5 juta-Rp10 juta," katanya.

Menurut ia, program seperti ini harus ditingkatkan dengan dukungan anggaran serta pembiayaan yang melibatkan kerja sama banyak pihak, sebab tidak sedikit masyarakat wilayah pesisir dan kepulauan membutuhkan dukungan maupun fasilitas untuk merenovasi rumahnya.

Kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi antara lain rumah yang masih berlantai tanah, dinding dari bilik bambu dengan atap rumbia atau daun kelapa, tidak memiliki standar dan ventilasi udara yang baik, tanah milik sendiri dan tidak bermasalah, pekerjaan tidak tetap hingga janda atau jompo.

Sementara itu, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin mengatakan program RTLH yang melibatkan TNI AL ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat pesisir agar memperoleh kehidupan lebih layak.

"Rumah-rumah yang telah direnovasi terus dipantau dan tetap bekerja sama dengan pemerintah setempat terkait program-program kesejehateraan rakyat," kata jenderal TNI bintang satu tersebut. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar