Pemkab Bojonegoro Pindahkan Pedagang Ikan dari Jalan Masuk Pasar

id harga ikan, pedagang ikan, pasar kota, pasar banjarjo, pantura tuban, harga inggin tinggi, antaranews jatim

Pemkab Bojonegoro Pindahkan Pedagang Ikan dari Jalan Masuk Pasar

Sejumlah pedagang ikan menggelar dagangannya di jalanan di Pasar kota, Bojonegoro, Jumat (19/10). (Slamet Agus Sudarmojo.)

Ada sekitar 20 pedagang ikan yang harus pindah masuk ke dalam pasar di bagian barat.
Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan memindahkan puluhan pedagang baik pedagang ikan laut maupun ikan air tawar yang menempati jalan masuk ke dalam pasar, dengan pertimbangan untuk kebersihan, Sabtu.

"Ada sekitar 20 pedagang ikan yang harus pindah masuk ke dalam pasar di bagian barat," kata seorang pedagang ikan di Pasar Kota, Bojonegoro Bambang, di Bojonegoro, Jumat.

Mengenai dipindahkannya pedagang ikan dibenarkan sejumlah pedagang lainnya yang menggelar dagangannya di sepanjang jalan di pertigaan Pasar Kota.

"Ya faktornya untuk kebersihan, sebab air dari bekas cucian ikan berbau amis menyebar di jalanan," ucap seorang pedagang ikan laut di pasar setempat Ny. Kanti menambahkan.

Baik Bambang maupun Ny. Kanti, juga pedagang ikan lainnya Ny. Surip, para pedagang takut  omzet pedagang akan menurun, jika berjualan di dalam pasar.

Sebab, lanjut dia, saat ini harga ikan air laut juga air tawar cukup tinggi, disebabkan pengaruh kemarau, selain lokasinya tidak bisa dengan mudah dijangkau pembeli. Selain itu, harga ikan laut juga ikan air tawar cenderung tinggi, sejak dua bulan terakhir.

"Saya biasanya bisa memasok ikan laut 2 kuintal per hari. Sekarang hanya memasok 500 kilogram, karena pedagang pengepul ikan harga berebut ikan laut perolehan nelayan," kata seorang pedagang pengepul ikan laut asal Palang, Tuban Sudarji.

Menurut Sudarji, perolehan nelayan di Pantura Tuban, cenderung berkurang dibandingkan sebelumnya disebabkan angin kencang.

"Perolehan nelayan berkurangnya rata-rata berkisar 15-25 persen dibandingkan kondisi normal," ujarnya menegaskan.

Menurut Bambang juga Ny. Surip, harga ikan laut cenderung tinggi, bahkan sejumlah ikan air tawar harganya tidak hanya tinggi, tapi juga cenderung merangkak naik.

"Ya penyebabnya panen ikan air tawar berkurang karena kemarau," ucapnya.

Data di Pasar Kota menyebutkan harga lele dan patin masih tetap stabil masing-masing Rp20.000/kilogram, gurami naik menjadi Rp40.000/kilogram, sebelumnya Rp30.000/kilogram, dan nila Rp30.000/kilogram, sebelumnya Rp20.000/kiloram.

Sedangkan harga kepiting Rp80.000/kilogram, ikan gabus Rp70.000/kilogram, dan belut Rp80.000/kilogram.

Harga udang laut berkisar Rp40.000-Rp80.000/kilogram, cumi-cumi Rp60.000/kilogram, nus Rp40.000/kilogram, kerapu Rp30.000/kilogram, tuna/tongkol Rp35.000/kilogram, kepiting Rp80.000/kilogram,  dan tenggiri Rp90.000/kilogram.

"Kalau ikan tenggiri tanpa kepala harganya Rp100.000 per kilogram," ucapnya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar