Pamekasan Memulai Branding Batik dari Rumah Sakit

id Batik Tulis Pamekasan,Batik Pamekasan,Pemkab Pamekasan,Baddrut Tamam,Bupati Baddrut Tamam

Pamekasan Memulai Branding Batik dari Rumah Sakit

Lukisan batik tulis di rumah sakit

Pamekasan (Antaranews Jatim) - Pemkab Pamekasan, Jawa Timur mulai membranding batik tulis yang merupakan produk unggulan hasil kerajinan masyarakat di wilayah itu, melalui rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Pamekasan, Rabu, branding batik tulis itu dilakukan sebagai upaya pemkab untuk membantu para perajin batik tulis dalam mempromosikan hasil kerajinannya.

"Branding batik tulis ini juga dimaksudkan untuk penguatan ikon Pamekasan sebagai kota batik, disamping membantu para perajin batik tulis kita dalam mempromosikan batiknya," ujar Baddrut.

Menurutnya, Pamekasan memang telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Batik yang ditandai dengan pemecahan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang membuat batik sepanjang 1.530 meter pada tahun 2009.

Hanya saja, promosi tentang batik tulis kurang, sehingga produk penjualan produk unggulan hasil kerajinan warga Pamekasan cenderung merosot, apalagi banyak batik cap dengan harga yang jauh lebih murah masuk ke Pamekasan.

Di Pamekasan, ada sebanyak 28 pusat kerajinan batik tulis yang tersebar di tujuh kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Perinciannya, di Kecamatan Pamekasan sebanyak lima sentra batik tulis, Proppo 12 sentra batik, Palengaan enam sentra, Waru satu sentra, Pegantenan dua sentra dan di Kecamatan Tlanakan sebanyak satu sentra batik.

Dari 28 sentra batik yang ada di Pamekasan dengan jumlah sekitar 1.200 unit usaha tersebut, mampu memproduksi sebanyak 309.000 lembar batik setiap tahun dengan taksiran nilai produksi sekitar Rp24 miliar.

Menurut bupati, potensi kerajinan batik tulis yang ada di Pamekasan itu, sebenarnya sangat bagus dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, apalagi batik tulis Pamekasan memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik tulis di tiga kabupaten lain di Pulau Madura.

"Dorongan pemerintah untuk ikut membantu para perajin batik mempromosikan potensi batik yang ada disini, saya kira sangat penting," katanya.

Oleh karenanya, sambung dia, branding batik tulis di kantor layanan publik dan instansi pemerintah harus dilakukan.

Disamping untuk membantu dibidang promosi, hal ini juga dimaksudkan untuk menanamkan kecintaan masyarakat pada batik.

"Yang jelas, nanti di semua kantor pemkab di Pamekasan ini, harus dilukis batik seperti di RSUD Pamekasan ini," ujar Baddrut.

Selain instansi pemerintah dan kantor layanan publik, Bupati Pamekasan juga meminta semua kendaraan dinas hendaknya dibranding batik tulis Pamekasan.

"Mobil dinas saya juga telah dibranding batik tulis, dan kendaraan dinas para pimpinan organisasi perangkat daerah di Pamekasan ini juga harus dibranding," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar