Carp, Ikan Sungai Kuning

id caram ikan sungai kuning,Daerah Otonom Ningxia, Ibu Kota Yinchuan, antara jatim,De Ding Yi Ping

Carp, Ikan Sungai Kuning

Carp, merupakan makanan cukup populer dan cukup langka di Yinchuan. (Chandra HN)

Surabaya (Antaranews Jatim) - Daerah Otonom Ningxia dengan Ibu Kota Yinchuan di RRT (Republik Rakyat Tiongkok) menjadi kawasan yang dihuni penduduk beragama Islam. Dari sekitar 6,8 juta jiwa warganya di mana 36,6 persen di antaranya Muslim.

Karena itu, makanan maupun rumah makan berlabel halal sangat mudah dijumpai di salah satu dari lima daerah otonom di RRT yang banyak dihuni etnis Hui ini.

Carp, merupakan makanan cukup populer dan cukup langka di Yinchuan. Ikan liar yang hanya hidup di sungai kuning yang mempunyai Bobot setiap ekornya berkisar 1 sampai 3 Kg.

Dimasak steam dengan bumbu cabai dan bawang putih serta rempah rempah bertaburan (semacam acar kuning), rasanya sensasional, lezat dan "nendang". khusus untuk ikan liar di sungai kuning rumah makan De Ding Yi Pin di Yinchuan menghargainya se ekor 228 yuan atau sekitar Rp500 ribu.

Carp liar dari sungai kuning hanya disajikan oleh rumah makan De Ding Yi Ping, di mana rumah makan tersebut membeli dari pemancing, warga sekitar Ningxia. Pasalnya, dihabitatnya cukup langka keberadaannya sehingga membuat sajian menu ikan ini cukup dalam merogoh kantong.

Pemda setempat kini berupaya membudidayakannya, sementara perburuan di habitatnya di sungai kuning juga dibatasi, hanya boleh dengan memancing. Padahal, sebelumnya bebas menjaring yang membuat carp di habitatnya langka.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar