Bondowoso (Antaranews Jatim) - Perum Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso, Jawa Timur, mulai menggelar operasi pasar khusus beras guna menstabilkan harga beras medium yang sejak beberapa hari terakhir mengalami kenaikan.
"Operasi pasar khusus beras ini dilaksanakan di setiap pasar tradisional secara bergiliran, hingga harga beras kembali stabil. Beras medium tersebut dijual dengan harga Rp9.200 perkilogram atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp9.450 perkilogram," ujar Wakil Kepala Bulog Sub-Divre Bondowoso membawahi Situbondo, Prasetyo di Bondowoso, Rabu.
Ia mengemukakan, Bulog telah menyiapkan sebanyak 3.000 ton beras medium untuk operasi pasar khusus beras. Dan ketika ada kekurangan pihak Bulog akan menambah sesuai kebutuhan.
Bulog berencana tetap melaksankan operasi pasar, katanya, hingga akhir Januari, dan akan tetapi jika pasar masih membutuhkan beras akan diperpanjang termasuk dengan menambah stok beras.
"Hingga hari ini sudah ada sekitar 650 ton beras medium yang digelontorkan oleh Bulog kepada masyarakat di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo," katanya.
Prasetyo menjelaskan, mekanisme operasi pasar khusus beras tersebut, pihak Bulog bekerja sama dengan mitra Bulog atau pemilik penggilingan padi dan juga petani.
"Pelaksanaan operasi pasar khusus beras ini akan berlangsung hingga akhir Maret 2018," katanya.
Sementara pemilik penggilingan gabah CV Serampang Jaya, Ahmad Yulianto alias Kawong mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Bulog setempat dalam rangka stabilisasi harga beras.
"Setiap hari saya membeli 100 ton beras ke Bulog dengan harga Rp8.000 perkilogram. Beras dari Bulog untuk memperbaiki kualitas, dan saya jual ke masyarakat seharga Rp9.350 per kilogram," katanya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026