Bondowoso (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mencatat ratusan rumah terdampak banjir luapan sungai dan tanah longsor yang tersebar di 15 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengemukakan hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (23/2) malam mengakibatkan sejumlah wilayah banjir dan menggenangi rumah warga.
"Jadi, kemarin itu hujan cukup deras sejak siang hingga malam hari, sejumlah aliran sungai meluap dan membanjir rumah warga, dan ada beberapa titik tanah longsor," katanya di Bondowoso, Selasa.
Ia mengatakan rumah terendam banjir dan tanah longsor itu, di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso tercatat lima rumah terdampak banjir akibat air sungai meluap.
Di Desa Silolembu, Kecamatan Curahdami, tercatat lima rumah terdampak banjir luapan sungai termasuk areal persawahan juga tergenang banjir, Kelurahan Tenggarang, Kecamatan Tenggarang 11 rumah, Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, banjir luapan sungai menggenangi halaman rumah warga, Desa Wonosari 34 rumah, dan Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang 140 KK terdampak banjir.
"Sedangkan tanah longsor terjadi di beberapa desa dan ada beberapa rumah rusak seperti Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal, dan Desa Gubrih, Kecamatan Wringin," kata dia.
Ia menambahkan hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan jembatan yang menghubungkan antara Bondowoso dan Jember ambles, sehingga akses utama Bondowoso-Jember itu ditutup total.
"Jembatan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso sejak Senin (23/2) malam ditutup total karena membahayakan pengendara, dan arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif," kata Kristianto.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026