Ada beberapa yang tidak boleh dibawa misalnya barang logam, gunting, minyak dan lain-lain. Barang itu tidak boleh dibawa, jadi sementara diserahkan ke kemenag
Kediri (Antara Jatim) - Sejumlah barang logam maupun cair milik jamaah calon haji diamankan dan dibawa petugas Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebelum keberangkatan mereka ke Tanah Suci untuk menajalankan ibadah haji.
Bagian Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Kediri Abdul Hakim mengemukakan barang-barang tersebut mayoritas adalah benda tajam. Petugas terpaksa mengamankan, karena sesuai dengan aturan penerbangan tidak diizikan untuk dibawa.
"Ada beberapa yang tidak boleh dibawa misalnya barang logam, gunting, minyak dan lain-lain. Barang itu tidak boleh dibawa, jadi sementara diserahkan ke kemenag," katanya di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, jumlah barang hasil sitaan itu juga banyak. Selain benda logam, minyak goreng, sejumlah pasta gigi, sabun cuci, sampai cairan infus juga diamankan petugas. Barang-barang tersebut dibawa ke kantor Kemenag Kabupaten Kediri. Nantinya, jika jamaah sudah pulang, akan diumumkan dan diminta diambil di kantor.
Abdul mengaku, sebenarnya sejak sebelum keberangkatan pada 27 Juli 2017, seluruh jamaah calon haji sudah diberikan informasi terkait barang-barang yang diizinkan dibawa dan tidak. Namun, saat keberangkatan masih ada jamaah yang membawa barang-barang dilarang.
"Jamaah sudah diberi tahu, tiap manasik juga. Tapi, nyatanya masih ada jamaah yang membawa barang yang tidak dibolehkan. Nanti jamaah dihubungi, supaya diambil di kemenag," ujarnya.
Abdul menambahkan, jumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Kediri mencapai 1.244 jamaah. Mereka memang sudah diberangkatan sejak 27 Juli 2017, karena masuk kloter awal yaitu 1,2 dan 4. Dari jamaah calon haji itu, sebanyak 174 jamaah sempat tertunda keberangkatannya, karena terkendala masalah visa.
Mereka akhirnya diberangkatkan keesokan harinya dengan bus. Namun, dari jumlah jamaah itu, satu jamaah terpaksa dipulangkan karena sakit. Ia bernama Sahud (86), warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas ibadah haji, sehingga dipulangkan.
"Ada satu jamaah yang waktu perjalanan ke asrama haji sakit dibawa ke rumah sakit. Dari keluarga dihubungi dan akhirnya diajak pulang, karena tidak mampu," katanya.
Abdul mengatakan, sebelumnya Sahud dinyatakan sehat, sehingga ia diizinkan untuk ikut haji. Namun, saat keberangkatan ternyata yang bersangkutan sakit, mengingat kondisinya tidak memungkinkan menunaikan ibadah haji.
Terkait dengan kondisi kesehatan jamaah calon haji yang saat ini sudah di Tanah Suci, Abdul mengatakan kondisi mereka semua sehat. Mereka saat ini persiapan untuk menunaikan rangkaian kegiatan ibadah haji. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026