Kediri (Antara Jatim) - Jumlah penumpang yang turun di Stasiun Kereta Api Kediri, Jawa Timur, Lebaran 2017 masih cukup tinggi, dimana jumlah yang turun hingga lebih dari 2.200 orang, berbanding terbalik yang naik dengan jumlah lebih dari 1.700 penumpang.
"Pada H+3 kemarin (29/6) yang turun lebih dari 2.200 orang penumpang. Bisa jadi karena KA (kereta api) ekonomi dari Jakarta juga masih banyak, seperti Matarmaja, Brantas, Brantas lebaran," kata Manajer Humas PT KAI DAOP VII Madiun Supriyanto saat dikonfirmasi lewat telepon seluler Jumat.
Ia mengatakan, selain dari penumpang kereta api jarak jauh, para penumpang itu juga dari kereta api lokal tujuan Surabaya. Mereka memanfaatkan waktu libur lebaran untuk liburan ataupun silaturahmi ke rumah keluarga.
"Para penumpang sudah memanajemen, daripada berdesakan akhirnya mengantre agak belakangan. Jadi, itu terlihat dari jumlah penumpang turun yang masih banyak," katanya.
Namun, saat disinggung terkait dengan puncak arus balik di stasiun, ia mengaku sebenarnya di PT KAI untuk tiket selalu penuh.
"Di PT KAI ini sudah penuh, tapi jika melihat Senin masuk, kami perkirakan Sabtu atau Minggu lumayan banyak (Penumpang) yang berangkat. Itu juga tergantung kepintaran masyarakat mendapatkan tiket," ujarnya.
Ia pun menegaskan, hingga saat ini untuk arus mudik ataupun arus balik Lebaran 2017, mulai 15 Juni hingga 30 Juni 2017, relatif lancar, aman dan terkendali.
Untuk kejadian kriminal di stasiun, ia mengakui pernah ada laporan penumpang yang ketinggalan telepon selulernya saat diisi ulang Penumpang itu mengisi baterai di Stasiun Jombang tanpa membawa telepon selulernya dan baru ingat saat sudah naik kereta api.
Namun, petugas dengan sigap, melihat rekaman kamera pengintai dan berhasil menemukan penumpang lain yang ternyata membawa telepon seluler dari penumpang sebelumnya itu.
Ia pun berharap, seluruh calon penumpang kereta api, agar berhati-hati dalam perjalanan, dengan selalu mengecek barang bawaaan terlebih lagi barang bawaaan berharga. (*)
