Dosen Ubaya Buat "Linimasa" Pelajaran Sejarah Indonesia

id Ubaya, Linimasa, sejarah indonesia

Dosen Ubaya Buat

Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Adhicipta Raharja Wirawan menunjukkan cara bermain dari Linimasa buatannya kepada mahasiswa Ubaya, di kampus setempat, Selasa. (Willy Irawan)

"Linimasa adalah semacam permainan kartu dengan menggunakan konsep pelajaran sejarah Indonesia, terutama tentang sejarah kemerdekaan Indonesia," kata Adhicipta saat ditemui di kampus setempat, Selasa.
Surabaya (Antara Jatim) – Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Adhicipta Raharja Wirawan membuat "Linimasa Card Game" dengan konsep pelajaran Sejarah Indonesia untuk siswa SD.

"Linimasa adalah semacam permainan kartu dengan menggunakan konsep pelajaran sejarah Indonesia, terutama tentang sejarah kemerdekaan Indonesia," kata Adhicipta saat ditemui di kampus setempat, Selasa.  

Adhicipta mengungkapkan, dirinya membuat permainan edukasi ini karena terinspirasi dari anaknya yang kesulitan menghafal pelajaran sejarah dan mendapatkan nilai jelek. Selain itu, saat masih berbentuk prototype kartu yang sederhana, Linimasa digunakan sebagai media penelitian bagi teman Adhicipta yang berprofesi sebagai guru SD.

Menurutnya, dengan kartu ini terbukti meningkatkan prestasi siswa setelah diuji coba pada salah satu sekolah. Dalam uji coba itu, ada dua kelas V SD, satu kelas diajar dengan menggunakan sarana kartu Linimasa dan kelas lainnya dengan cara konvensional.

"Sebenarnya segala usia bisa memainkan Linimasa, namun akan lebih baik jika orang tua juga bisa bermain bersama anak-anaknya di rumah sebagai media pembelajaran," ujarnya.

Dia menjelaskan, kartu Linimasa terdiri dari 20 kartu tokoh dan 20 kartu peristiwa dan bisa dimainkan oleh satu sampai empat orang. Pada kartu tokoh, terdapat gambar tokoh dan penjelasan singkat keterkaitan tokoh dengan peristiwa yang dicetak tebal. Kata-kata peristiwa yang dicetak tebal itu nantinya akan dicocokkan dengan kartu peristiwa.

"Kartu peristiwa memiliki 2 sisi. Sisi pertama adalah gambar dan nama peristiwa dengan tanda tanya pada kotak tahun. Pada sisi kedua, terdapat gambar, penjelasan singkat dengan jawaban tahun terjadinya peristiwa," tuturnya.

Sementara satu kartu peristiwa dibuka di awal permainan sebagai patokan. Masing-masing pemain, lanjut dia, memegang beberapa kartu tokoh kemudian kartu peristiwa dibuka satu demi satu, lalu mereka diminta menebak urutan peristiwa dan disusun secara linear.

"Pemain juga harus mencocokkan peristiwa dengan tokoh-tokoh yang terkait. Jika pemain salah menebak tahun peristiwa, maka pemain harus mengambil satu kartu tokoh lagi, pemain yang lebih cepat menghabiskan kartu tokoh adalah pemenangnya," kata Adhi.

Dia mengemukakan, mama Linimasa diambil dari gabungan kata lini yang berarti garis dan masa berarti waktu. Karena cara permainanya menentukan waktu peristiwa terjadi maka diberi nama Linimasa.

Dalam membuat Linimasa ini, dirinya dibantu oleh Alvin Henanda (Ilustrator) yang merencanakan pembuatan beberapa seri Linimasa lainnya seperti Kerajaan Indonesia, musik, flora dan fauna.

"Harapan saya adalah permainan ini dapat dijadikan sarana pembelajaran dan juga dapat meningkatkan interaksi sosial para pemain yang sudah mulai berkurang di masyarakat," ucapnya.(*) 
Video oleh: Anak Magang

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar