Perkembangan luas lahan bawang merah di Probolinggo masih fluktuatif dan rata-rata setiap tahun luas tanam komoditas bumbu dapur itu mencapai 5.000 ha.
Probolinggo (Antara Jatim) - Luas lahan bawang merah di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 mencapai 5.000 hektare dan kabupaten itu merupakan salah satu daerah sentra pemasok komoditas bawang merah di Jawa Timur hingga nasional.
"Perkembangan luas lahan bawang merah di Probolinggo masih fluktuatif dan rata-rata setiap tahun luas tanam komoditas bumbu dapur itu mencapai 5.000 ha," kata Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kepala Bidang Teknik Produksi Handaka Murwanta di Probolinggo, Jumat.
Menurutnya, perkembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Probolinggo dari tahun ke tahun masih fluktuatif, baik saat persiapan tanam, masa tanam, panen hingga produktivitasnya seiring dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Ada beberapa masalah yang menjadi kendala petani yakni mulai dari penggunaan benih yang tidak bersertifikat, serangan organisme pengganggu tanaman yang masih cukup tinggi, penggunaan pestisida yang sangat tinggi hingga biaya yang tinggi," tuturnya.
Apabila benih yang digunakan bagus, lanjut dia, maka 50 persen akan mempengaruhi produksi baik varietas maupun mutu baik komoditas bawang merah tersebut.
"Kalau tidak bersertifikat, maka kita tidak tahu asal-usul dan varietasnya. Sejauh ini petani tidak bisa melacak asal-usul benih jika ada kegagalan, namun pada saat umur 10 hari pertama, baik buruknya benih akan terlihat," paparnya.
Sesuai aturan, kata dia, para petani harus bercocok tanam yang ramah lingkungan dengan menggunakan agen hayati dan pestisida nabati sehingga tidak mencemari lingkungan setempat.
"Budi daya bawang merah memerlukan biaya yang cukup tinggi. Kami sudah mengembangkan agen hayati dan pestisida nabati untuk tanaman bawang dan memberdayakan penangkar benih bawang merah untuk menghasilkan benih yang bersertifikat," katanya.
Tahun ini di Kabupaten Probolinggo sudah terdapat sebanyak enam penangkar benih bawang merah yang bisa menghasilkan 400 ton benih bersertifikat, namun kebutuhan benih mencapai 6.000 ton untuk luas lahan 5.000 ha.
Produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo hingga akhir Juli 2016 sebanyak 20.062 ton dengan luas panen mencapai 2.842 ha, namun produksi bawang merah di wilayah setempat diprediksi menurun karena kemarau basah yang berpengaruh pada produksi. (*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026