"Alokasi anggaran Rp3 miliar itu, hanya cukup untuk menggelar pelatihan keterampilan dengan jumlah sekitar 3.000 paket," kata Kasi Perluasan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertransos Bojonegoro Sugi Hartono, di Bojonegoro, Jumat.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp3 miliar di dalam APBD 2016 untuk menggelar pelatihan keterampilan 4.000 paket, kejuruan wira usaha dan sertifikasi, sebagai usaha meningkatkan kemampuan tenaga kerja.
     
"Alokasi anggaran Rp3 miliar itu, hanya cukup untuk menggelar pelatihan keterampilan dengan jumlah sekitar 3.000 paket," kata Kasi Perluasan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertransos Bojonegoro Sugi Hartono, di Bojonegoro, Jumat.
     
Meski demikian, ia optimistis target pelatihan keterampilan sebanyak 4.000 paket bisa tercapai, bahkan kemungkinan bisa terlampaui, karena masih ada alokasi anggaran dari APBN dan APBD Tk I Jawa Timur.
     
Selain itu, lanjut dia, juga ada program 'corporate social responsibility' (tanggung jawab sosial perusahaan)/CSR dari sejumlah perusahaan migas.
     
"Sesuai perhitungan jumlah pelatihan keterampilan baik kejuruan wira usaha dan kejuruan sertifikasi, bisa tercapai sekitar 4.300 paket," ucapnya.
     
Pelatihan keterampilan di daerahnya itu, katanya, sudah berjalan sejak Januari lalu, hingga April ini sudah terealisasi cukup banyak. 
     
Lebih lanjut ia menjelaskan jumlah paket pelatihan keterampilan di daerahnya tahun ini menurun, dibandingkan tahun yang bisa direalisasikan sebanyak 13.200 paket, dengan alokasi anggaran sekitar Rp8 miliar.
     
Paket pelatihan keterampilan tahun lalu itu, juga memperoleh alokasi dana dari APBN, APBD Tk I Jawa Timur, juga "CSR" perusahaan migas.
     
"Terjadinya penurunan alokasi anggaran pelatihan keterampilan, disebabkan perolehan dana bagi hasil (DBH) migas Bojonegoro menurun," tandasnya.
     
Sesuai data, katanya, jumlah pendaftar pelatihan keterampilan tahun ini, baik kejuruan wira usaha dan kejuruan sertifikasi mencapai 6.000 tenaga kerja.
     
Pelatihan tenaga kerja yang akan digelar tersebut terbagi menjadi 22 kejuruan wira swasta, antara lain, menjahit, membuat kue, rias pengatin dan 14 kejuruan sertifikasi. 
     
"Ada satu kejuruan wira usaha merawat lansia ditiadakan, karena tahun lalu tidak ada pendaftarnya," ujarnya.
     
Namun, menujrut dia, paket kejuruan wira usaha merawat bayi masih tetap ada, karena tahun lalu banyak diminati pendaftar.
     
"Kalau merawat bayi semakin lama semakin ringan, tapi kalau merawat lansia semakin lama semakin berat, sehingga tidak ada tenaga kerja yang berminat mendaftar," ucapnya, menambahkan. (*)



Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026