Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kehadiran Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan di wilayah setempat.
"Selama 22 tahun, Tagana hadir di garis terdepan. Bukan sekadar relawan, melainkan juga menjadi bagian dari keluarga bagi masyarakat yang terdampak bencana," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Dalam momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana, Khofifah menyatakan bahwa organisasi itu telah menunjukkan peran vital dalam memperkuat sistem mitigasi dan respons kebencanaan, khususnya di daerah rawan seperti di Jawa Timur.
Menurutnya, peran Tagana juga mencakup penanganan pascabencana yang dinilai tak kalah penting, seperti dalam hal penyaluran bantuan logistik serta pemberian layanan dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan korban bencana.
Khofifah menilai, kekuatan utama Tagana tidak hanya terletak pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keikhlasan dan ketulusan dalam melayani masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial setempat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia Tagana melalui penyaluran bantuan tali asih, bantuan operasional, pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, serta penyediaan jaminan perlindungan dan peralatan evakuasi.
"Melalui kegiatan Sapa Bansos yang rutin kita gelar di 38 kabupaten/kota di Jatim, kami ingin mengapresiasi pilar-pilar sosial seperti Tagana secara langsung, sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada Tagana," kata Khofifah.
Khofifah berharap, ke depannya Tagana dapat semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan, serta dapat terus menjadi simbol gotong royong, solidaritas, dan kemanusiaan di Indonesia.
