"Ketinggian air Bengawan Solo yang semula sudah turun, kembali naik dalam tiga jam terakhir," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Sabtu.
Bojonegoro (Antara Jatim)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, masih memberlakukan Siaga I dalam menghadapi meluapnya Bengawan Solo di daerahnya, dengan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro, mencapai 13,54 meter, Sabtu pukul 06.00 WIB.
"Ketinggian air Bengawan Solo yang semula sudah turun, kembali naik dalam tiga jam terakhir," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Sabtu.
Ia menyebutkan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro, semula sempat turun menjadi 13,45 meter, namun kemudian naik lagi mencapai 13,54 meter.
"Ada kecenderungan air di Bojonegoro masih naik, disebabkan pengaruh hujan lokal," ucapnya, menegaskan.
Petugas Posko Unit Pelaksana Teknis (UTP) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Jayadi, menjelaskan ketinggian air di daerah hilir, Jawa Timur, meningkat lagi.
"Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, ketinggian air Bengawan Solo naik lagi dari 24,70 meter, menjadi 25,18 meter, pukul 06.00 WIB," jelas dia.
Begitu pula, ketinggian air di daerah hilir mulai Babat, Plangwot/Laren, Karanggeneng, dan Kuro, semunya di Lamongan, masih naik, masing-masing 7,76 meter (siaga II), 5,58 meter (siaga III), 4,32 meter (siaga II) dan 2,07 meter (siaga II).
"Ketinggian air di hilir, Jawa Timur, masih akan bertahan, bahkan cenderung naik, sebab memperoleh tambahan pasokan air hujan dari daerah hulu," ucapnya.
Camat Kanor, Bojonegoro Subiyono, menjelaskan luapan Bengawan Solo di daerahnya melanda Desa Cangaan, Kabalan, Semambung dan Piyak. Di sejumlah desa itu, terdapat tanaman padi seluas 131 hektare, dengan usia 60 hari, yang terendam air banjir.
"Kalau banjir cepat surut, maka tanaman padi bisa selamat, tapi kalau lama, ya, tanaman padinya akan rusak," jelas dia.
Selain itu, lanjut dia, di Desa Piyak, juga ada tanaman padi seluas 50 hektare dengan usia 25 hari, terancam air banjir, sebab tanggul Kali Mengkuris, jebol sepanjang 5 meter dan rusak sekitar 400 meter.
"Ratusan warga Piyak, sekarang ini kerja bakti meneruskan membuat igiran tanggul Kali Mengkuris, yang jebol," ucap Kasi Trantiblinmas Kecamatan Kanor, Saat Mujadid, menambahkan. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026