Objek Wisata "Atas Angin" Bojonegoro Dikelola Desa

id Obyek Wisata Atas Angin, objek wisata Bojonegoro, objek wisata desa, wisata Bojonegoro, wisata angin, di atas angin

Objek Wisata

Seorang pengunjung di bukit "Atas Angin" Bojonegoro, berfoto selfie. (Slamet Agus Sudarmojo)

"Pemkab ikut meluncurkan dibukanya obyek wisata "Atas Angin", sebulan lalu. Selain ikut, mendorong terbentuknya lembaga yang mengelola obyek wisata "Atas Angin"," katanya, menegaskan.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Objek wisata alam "Atas Angin" di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikelola enam di kecamatan setempat, sebagai usaha mendorong masyarakat terlibat dengan berbagai usaha ekonomi.
      
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agropolitan Disbudpar Bojonegoro Dyah Enggar Rini Mukti, di Bojonegoro, Jumat, mengatakan, pemkab tetap mendukung pengembangan objek wisata "Atas Angin", meskipun pengelolaan ditangani enam desa di Kecamatan Sekar.
      
Enam desa di Kecamatan Sekar, katanya, sudah membentuk kepengurusan yang mengelola objek wisata "Atas Angin" berupa pemandangan alam di perbukitan, sumber air di atas batu, juga pontensi lainnya.
     
"Pemkab ikut meluncurkan dibukanya objek wisata "Atas Angin", sebulan lalu. Selain ikut, mendorong terbentuknya lembaga yang mengelola objek wisata "Atas Angin"," katanya, menegaskan.
     
Dengan dikelola desa, lanjut dia, masyaraka bisa ikut berpartisipasi di berbagai bidang, mulai kuliner, menyewakan kendaraan jeep, juga membuka usaha lainnya.
     
Kepala Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Harianto, menjelaskan pengembangan objek wisata "Atas Angin" dilakukan enam desa yaitu Desa Bobol, Deling, Sekar, Bareng, Miyono dan Sekar, sejak sebulan lalu.
     
"Pengunjung semakin meningkat, bisa ratusan pengunjung dari Bojonegoro, juga Ngawi, Nganjuk dan Madiun," jelas dia.
     
Lebih lanjut ia menjelaskan pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan dari atas bukit "Cinta", di ketinggian 853 meter dari permukaan air laut.
     
Selain itu, lanjut dia, pengunjung juga bisa melihat sumber air di atas batu yang panjangnya ratusan meter di Desa Deling. Untuk mencapai lokasi setempat dari bukit "cinta", pengunjung harus naik kendaraan jeep dengan rute yang "ekstrem", seperti perjalanan di Gunung Merapi.
     
"Lama perjalanan sekitar 15 menit dari lokasi bukit "cinta" ini," ucapnya.
     
Di lokasi dekat sumber mata air, katanya, sekarang ini enam desa patungan untuk membangun kolam renang dengan biaya Rp75 juta, dan lokasi olahraga paralayang.
     
"Di lokasi olahraga paralayang pengunjung bisa melihat pemandangan indah ke segala penjuru 180 derajat," tandasnya.
     
Kepala Badan Pengembangan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bojonegoro Moch. Subeckhi, menambahkan, pemkab harus membangun jalan menuju lokasi kawasan objek wisata "Atas Angin" di Kecamatan Sekar.
     
Lokasi "Atas Angin", lanjut bisa bisa ditempuh dari Kecamatan Dander, Bubulan, atau lewat Kecamatan Temayang, bahkan dari arah Ngawi, yang hanya berjarak sekitar 15 kilometer. Dari Kota Bojonegoro, jarak "Atas Angin" sekitar 70 kilometer.
     
"Tapi jalan mendekati lokasi "Atas Angin" sempit, sehingga butuh dilebarkan. Kendaraan kecil saja kalau simpangan sulit," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar