Rumputnya memang harus standar sehingga harus impor. Tujuannya kita agar bisa dipakai pertandingan internasional. Siapa tahu nanti SEA Games bisa digelar di Surabaya
Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya menyatakan progres pembangunan lapangan olahraga Hoki di Jalan Dharmahusada Surabaya hingga kini sudah mencapai 80 persen.

Kabid Olahraga dan Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya Edi Santoso, di Surabaya, Kamis, mengatakan hingga kini yang masih kurang adalah pemasangan rumput sintesis di lapangan tersebut yang harus diimpor dari luar negeri.

"Rumputnya memang harus standar internasional sehingga harus impor. Tujuannya agar bisa dipakai pertandingan internasional. Siapa tahu nanti SEA Games bisa digelar di Surabaya. Tribunnya juga sudah berstandar nasional," katanya.

Ia menambahkan penyelesaian lapangan berstandar internasional itu dilakukan secara bertahap. Dalam penganggaran di APBD tahun ini dianggarkan sebesar Rp3 miliar.

Menurut dia, yang paling penting dalam pengerjaan tahun 2016 adalah pengadaan rumput sintetis tersebut. Untuk itu, dana alokasi yang disediakan adalah Rp21 miliar guna pengadaan rumput sintetis.

"Memang terbilang mahal. Kami sempat survei ke Jakarta untuk melihat rumput sintetis yang layak dan diizinkan oleh persatuan hoki internasional," jelasnya.

Selama dalam pembangunan, banyak atlet mengeluh karena lapangan ini diperbaiki, mereka hanya bisa latihan di luar seperti di lapangan Unesa atau di Karangpilang.

Ia mengatakan dengan adanya percepatan pengerjaan proyek ini atlet di Surabaya akan semakin terwadahi minat dan bakatnya. Selain itu harapannya prestasi dari para atlet juga bisa meningkat.

Untuk diketahui, lanjut dia, proyek renovasi pembangunan lapangan hoki ini sejatinya dilaksanakan sejak 2012. Akan tetapi sempat berhenti lantaran kontraktor penggarap proyek masuk daftar hitam karena tidak bisa merampungkan proyek sesuai target.

"Tahun ini, dengan menunjuk kontraktor baru, kami kembali mengebut proyek ini," katanya. (*)


Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026