Madiun (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti memantau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang ditargetkan rampung paling lambat akhir Juni tahun 2026.

"Hari ini saya melihat progres pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Madiun, dan setelah saya lihat progresnya sudah 18 persen. Kalau dilihat dari rencananya, deviasinya positif dua persen, sehingga saya harapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Madiun ini bisa selesai tepat waktu Juni nanti, karena di bulan Juli sudah ada persiapan untuk penerimaan siswa masuk dan lain sebagainya," ujar Wamen PU Diana saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu.

Meski progres pengerjaan menunjukkan deviasi positif, Wamen Diana meminta pihak penyedia jasa untuk melakukan percepatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas, estetika, serta keberlanjutan lingkungan.

"Saya harapkan teman-teman dari penyedia jasa tetap harus konsisten dalam pengerjaan, sehingga nanti kita bisa tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi, dan tepat manfaatnya," kata Wamen PU Diana.

Pihaknya juga meminta penyedia jasa untuk mengantisipasi kendala yang dapat menghambat progres pembangunan, antara lain dengan memperhatikan ketersediaan material serta tenaga kerja yang sangat krusial.

"Untuk tenaga kerja, saya mohon dicek kembali karena di bulan April ini seharusnya bisa menambah hingga 500 orang dari sebelumnya 300-an orang untuk mengejar target pengerjaan. Demikian di bulan Mei diharapkan bisa mencapai kisaran 700-800 orang karena mestinya pembangunan sudah masuk tahap arsitektural," katanya.

Pihaknya juga meminta dukungan kepala daerah untuk membantu jika terdapat permasalahan dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat di lapangan agar dapat dikoordinasikan dengan penyedia jasa, utamanya terkait kebutuhan penyediaan tenaga kerja yang cukup besar.

Seperti diketahui, Kementerian PU saat ini melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II pada 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Pelaksanaan konstruksi di lapangan menunjukkan variasi tahapan pekerjaan, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil, dan berpihak pada masyarakat yang rentan serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di seluruh Indonesia.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia dengan sebaran lokasi yakni Pulau Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing 1 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.

Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Di Kabupaten Madiun sendiri, Sekolah Rakyat dibangun di lahan eks bengkok Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun dengan luas mencapai 5,8 hektare.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026