Madiun (Antara Jatim) - Harga hewan kurban untuk perayaan Idul Adha tahun 2015 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, turun jika dibandingkan dengan tahun lalu hingga membuat peternak mengalami kerugian. 
     
Salah satu peternak kambing di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Soejadi, Selasa, mengatakan, pada Idul Adha tahun lalu, harga satu ekor kambing peranakan etawa (PE) bisa mencapai di atas Rp3 juta. Namun saat ini harganya hanya mencapai Rp2 juta.
     
"Harga kambing saat ini anjlok, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang harga kambing Jawa Rp1,5 juta sudah dapat besar, demikian juga untuk kambing PE di harga Rp2 juta sudah dapat," ujarnya kepada wartawan.
     
Menurut dia, anjloknya harga kambing tersebut membuatnya merugi. Sebab, harga jual saat ini tidak mampu menutup biaya kulakan dan biaya pemeliharaan.
     
Kambing PE miliknya misalnya. Pada awal tahun lalu ia membelinya dengan harga Rp1,7 juta. Jika ditambah biaya perawatan termasuk pakan, harga jualnya seharusnya mencapai Rp2,4 juta.
     
"Kalau dihitung-hitung malah rugi, soalnya harga beli kemarin dengan harga jual hampir sama. Sementara saat ini harga pakan saja sudah tinggi," katanya.
     
Ia menduga, anjlokanya harga kambing tersebut disebabkan karena banyak masyarakat yang berkurban hewan sapi. Dimana harga sapi saat ini berada di kisaran Rp17 juta hingga Rp25 juta. 
     
Hal yang sama terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi. Di pasar Hewan Ngawi misalya, harga kambing mengalami penurunan sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekornya. Sedangkan hewan kurban sapi, harganya turun berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta untuk setiap ekornya. 
     
"Tahun ini harga hewan kurban anjlok. Selain harga turun, pembelinya juga sedikit. Tahun kemarin seminggu jelang Idul Adha sudah ramai pembeli, saat ini masih sepi," kata seorang pedagag saoi di Pasar Hewan Ngawi, Sutikno.
     
Ia menilai sepinya pembeli tersebut disebabkan karena menurunnya daya beli masyarakat sebagai imbas dari kondisi ekonomi nasional saat ini. 
     
Sedangkan anjloknya harga hewan kurban diprediksi karena permintaan yang masih sedikit dan banyaknnya hewan kurban dari luar daerah yang masuk ke wilayah Ngawi. 
     
"Jika kondisi ini terus bertahan, para pedagang sapi dan kambing dipastikan mengalami kerugian," katanya.  (*)


Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026