Kediri (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto membeli sapi peternak asal Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, seberat 1,05 ton dengan harga hingga Rp108 juta untuk perayaan Idul Adha 2026.
Pemilik ternak sapi, Kamalul Asfiyak mengatakan sapi miliknya telah lolos seleksi sebagai sapi kurban yang akan dikurbankan di Hari Raya Idul Adha. Sapi itu masuk dalam bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Sapi yang saya ternakan didaftarkan, seleksinya itu April lalu. Semua persyaratan diajukan salah satunya adalah bobot yang paling tidak itu 1 ton. Baru pekan lalu pengumuman diterimanya," katanya di Kediri, Selasa.
Ia berterimakasih sapi yang diternaknya masuk dalam bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo. Sapi miliknya yang bernama Bimo itu bobotnya adalah 1,05 ton dan dibeli seharga Rp108 juta.
Dirinya menyebut, sapi itu sudah dirawatnya sekitar tiga tahun dengan jenis kelamin jantan. Sapi itu juga telah lolos uji pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk menjadi hewan kurban.
Ia juga mengatakan merawat lebih dari 34 ekor sapi dengan jenis simmental dan limosin. Sapi itu baik yang sudah dewasa maupun anak-anak dengan jenis kelamin jantan dan betina.
Kamalul menyebut, awalnya memelihara sapi lokal atau sapi jowo. Namun, sekitar lima tahun belakangan beralih ke sapi jenis simmental dan limosin.
"Kalau sapi yang jenis limmosin sama simetal ini memang baru lima tahun terakhir ini. Dari beberapa informasi sama diskusi sama teman-teman itu, memang mengejar pertumbuhan dagingnya lebih cepat," kata dia.
Setiap hari sapi dirawat dengan pakan berupa daun hijau serta dengan makanan tambahan untuk comboran yakni dari ampas tahu, dedak padi hingga campuran singkong. Hasilnya, setiap hari berat badan sapi bisa naik hingga 1 kilogram hingga 1,2 kilogram.
Dirinya menyebut, kesehatan sapi juga selalu diperhatikan. Selain pemberian pakan yang berkualitas, kebersihan kandang juga selalu dijaga.
Selain itu, sapi juga rutin diberi vaksin setiap enam bulan sekali, sehingga terjauh dari penyakit.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 ini, ia menyebut ada sekitar 10 ekor sapi miliknya yang terjual. Pembelinya berasal dari Kediri dan sekitarnya.
Harga jual sapi, kata dia, saat ini cukup bagus. Sapi yang miliknya yang terjual mulai harga Rp18,5 juta per ekor, hingga yang tertinggi dibeli oleh Presiden tersebut.
Sementara itu, untuk sapi bantuan dari Presiden itu hingga kini masih di kandang miliknya. Rencananya, sapi akan diantarkan ke masjid di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Rabu (27/5) pagi, yang merupakan lokasi penerima bantuan tersebut. Sapi akan disembelih di tempat itu dan dibagikan untuk warga sekitar.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Istar Abadi mengatakan dirinya dan tim telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI tersebut.
"Kami sudah cek kesehatannya dan insya Allah sudah mencukupi syarat sahnya sebagai hewan kurban. Kami juga periksa ulang kesehatannya dan dinyatakan sehat," kata dia.
Ia menambahkan secara umum selain sehat, gigi dari sapi juga sudah poel tiga pasang. Sapi jantan itu juga sudah dewasa sehingga memang memenuhi syarat sah untuk dijadikan hewan kurban.
Dirinya menambahkan, untuk sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI itu awalnya yang diajukan ada empat ekor. Namun, tiga sapi lainnya sudah laku terlebih dahulu sehingga sapi milik Bapak Kamalu, warga Desa Pule ini diajukan dan lolos seleksi.
Pihaknya juga tetap memantau kesehatan hewan kurban baik sebelum dikurbankan hingga setelah dipotong, sehingga daging yang diberikan untuk warga benar-benar sehat.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.