Ngawi 14/9 (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terus melakukan pendistribusian bantuan air bersih guna menanggulangi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah kabupaten setempat.
"Kekeringan yang terjadi di Ngawi tergolong parah tahun ini. Jumlah daerah yang mengalami kekeringan terus meluas," ujar Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Eko Heru Cahyono, kepada wartawan di Ngawi, Senin.
Menurut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerinrah Provinsi Jawa Timur, wilayah Kabupaten Ngawi termasuk daerah yang tingkat kekeringannya mencapai status kritis.
Untuk membantu warga mengatasi kekeringan, pihak BPBD Ngawi rata-rata mendistribusikan air bersih hingga 30.000 liter per hari. Jumlah sebanyak itu didistribusikan dengan intensitas enam kali pengiriman truk tangki.
Salah satu wilayah yang mendapat bantuan distribusi air bersih adalah Desa Papungan, Kecamatan Pitu, Ngawi. Desa Papungan hampir setiap hari mendapat bantuan air bersih, hal itu karena wilayahnya sangat kering dan merupakan tanah padas.
"Setiap tahun wilayah sini selalu krisis air bersih. Tapi tahun ini lebih parah dari tahun lalu karena sumber air yang ada hanya satu dan itu sudah kering beberapa bulan lalu," ujar Kepala Desa Papungan, Sudaryuni.
Di Desa Papungan yang terparah mengalami kekeringan adalah Dusun Glagah. Di daerah itu sedikitnya ada 200 kepala keluarga yang sangat menggantungkan kebutuhan air bersihnya dari bantuan BPBD, bahkan saat distribusi air bersih tidak dilakukan, warga terpaksa mencari air di bilik-bilik air sungai yang mulai mengering.
Mencari air di sungai nekad dilakukan warga karena sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber air telah kering seiring memasuki musim kemarau pada Juni lalu.
Sementara, data BPBD Ngawi mencatat, sebanyak 46 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Ngawi terjadi kekeringan dan krisis air bersih dengan berbagai kategori. Mulai tingkat ringan, kritis, hingga berat.
Sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan itu, di antaranya adalah, Kecamatan Karanganyar, Bringin, Ngawi, dan Pitu. Berdasarkan informasi dari BPBD Jawa Timur, dampak dari El Nino maka musim hujan di daerah Ngawi diprediksi baru akan terjadi pada akhir Oktober atau awal November mendatang.
Untuk itu, warga yang mendapat bantuan air bersih, diimbau cermat dalam penggunaan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan yang mendesak. (*)
