Jember (Antara Jatim) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat sebanyak dua lembaga independen yang mendaftar sebagai tim pemantau pemilihan kepala daerah setempat. "Hingga hari ini tercatat masih dua lembaga yang mendaftar yakni organisasi masyarakat DPC Barindo yang berkantor di Sukowono, dan Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) yang beralamatkan di Sukorambi," kata Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi, di Jember, Sabtu. Menurut dia, pendaftaran calon tim lembaga pemantau pilkada dibuka sejak 1 Mei hingga 2 November 2015, namun hingga pertengahan Mei masih ada dua lembaga yang mendaftar. "Tim pemantau independen itu sebenarnya dibentuk untuk mengawasi proses penyelenggaraan pilkada, guna mengurangi potensi terjadinya kecurangan," tuturnya. Peserta tim pemantau pilkada, lanjut da, merupakan bagian dari terselenggaranya pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas, sehingga diharapkan partisipasi dari lembaga yang independen. "Sesuai dengan pasal 125 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 yang menyebutkan pemantau pemilu memiliki syarat pokok bersifat independen dan mempunyai sumber dana yang jelas untuk operasional sendiri, serta terdaftar, dan terakreditasi oleh KPU Jember," paparnya. Ia menjelaskan KPU tidak akan membatasi jumlah lembaga pemantau independen untuk mengawasi pelaksanaan pilkada, asalkan memenuhi syarat yang sudah ditetapkan sesuai dengan aturan yang ada. "Lembaga pemantau independen harus memiliki badan hukum, memiliki struktur organisasi yang jelas, lembaga juga harus menjabarkan sumber dana operasional, serta pola pengawasan yang akan dilakukan nantinya," ucap mantan jurnalis itu. Ahmad Hanafi optimistis jumlah lembaga independen yang mendaftar pemantau pilkada lebih banyak dibandingkan Pemilu Presiden karena banyak warga yang peduli terhadap transparansi pelaksanaan pilkada di Jember. "Pendaftarannya juga masih panjang hingga November mendatang, sehingga diprediksi pendaftar pemantau independen akan membeludak menjelang akhir pendaftaran," katanya.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026