Surabaya (Antara Jatim) - Anggota DPR RI Adies Kadir menghormati keputusan DPP Partai Golkar Hasil Munas Bali yang telah menunjuk Muhammad Alyas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Surabaya menggantikan jabatan yang selama ini disandangnya. "Sebagai kader partai, saya menerima dengan legowo apapun yang telah diputuskan oleh partai," kata Adies Kadir di acara konsolidasi dan serah terima jabatan Ketua DPD Golkar baru di kantor DPD Golkar Surabaya Jalan Adityawarman, Minggu. Pada acara yang dihadiri oleh segenap pengurus DPD Golkar Surabaya, Pimpinan Kecamatan dan Pimpinan Kelurahan, Adies mengatakan Partai Golkar harus tetap solid karena banyak kepentingan masyarakat yang harus diutamakan. "Apalagi mendekati Pilkada Surabaya yang digelar Desember 2015," katanya. Adies juga menyatakan dukungan penuh kepada M. Alyas untuk memimpin Golkar Surabaya. Ia juga mengharapkan kepada seluruh pengurus DPD Golkar Surabaya untuk mendukung penuh keputusan partai yang menujuk M. Alyas. "Saya siap dimintai pertimbangan demi kemajuan partai," ujarnya. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya akan memberikan klarifikasi sebagaimana isi dalam SK DPD Partai Golkar Jatim Nomor :Kep.04/DPD-I/PG/IV/2015 tentang penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Surabaya. Dalam SK tersebut juga disebutkan alasan pemberian sanksi organiasi terhadap Adies Kadir, di antaranya nama Adies tercantum dalam kepengurusan DPP PG hasil Munas Ancol sebagai Wasekjen. Muncul dalam tayangan televisi swasta nasional pada saat terjadi pencongkelan pintu FPG DPR RI tanggal 30 Maret lalu, serta menjadi bendara DPD PG Jatim versi Munas Ancol. "Saya legowo. Cuma yang mengganjal bunyi dari SK itu. Padahal saya juga sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Munas Ancol. Setiap rapat DPP juga tidak pernah ikut," katanya. Wakil Ketua Bidang Antarlembaga Golkar Kota Surabaya Agus Sudarsono, sangat menyesalkan adanya putusan tersebut. DPD Jatim dinilai secara sepihak mengambil keputusan itu tanpa melibatkan kepengurusan DPD Golkar Surabaya. "Seharusnya SK DPD Jatim dibahas secara internal terlebih dahulu, pihak DPD Surabaya bisa mengajukan peninjuaan kembali terhadap keputusan itu. Ini dikarenakan Pak Adies tidak dipilih oleh DPD Jatim melainkan melalui Musda yang terpilih secara aklamasi," ujarnya. Plt Ketua DPD Golkar Kota Surabaya, M. Alyas menyatakan pihaknya hanya menjalankan keputusan partai untuk memimpin Golkar Surabaya sampai terpilihnya ketua definitif. "Adies Kadir merupakan sahabatnya. Soal posisi ini saya hanya menjalankan keputusan partai," katanya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan konsolidasi partai dalam hadapi agenda politik ke depan, khususnya jelang penyelenggaraan Pilkada yang membutuhkan adanya kepastian. "Setelah ini saya akan lakukan konsolidasi dan soliditas kader, baik fungsional maupun struktural sebab partai tak boleh stagnan," katanya. (*)
Berita Terkait
MKMK wanti-wanti seleksi hakim konstitusi harus transparan
5 Maret 2026 14:37
MKMK nyatakan tak berwenang adili laporan etik Adies Kadir
5 Maret 2026 13:09
MKMK segera putus laporan dugaan pelanggaran etik Adies Kadir
25 Februari 2026 11:32
MKMK soal laporan Adies Kadir: Jangan anggap kami sudah memutus
18 Februari 2026 16:23
Komisi III: Adies Kadir tak harus gunakan hak ingkar
18 Februari 2026 14:35
Adies Kadir mulai bersidang di MK
6 Februari 2026 09:02
Adies Kadir tiba di Istana jelang pengambilan sumpah Hakim MK
5 Februari 2026 16:08
Istana: Pengambilan sumpah Adies Kadir hakim MK 1-2 hari ke depan
5 Februari 2026 06:41
