Oleh Jaya Wirawana Manurung Pangkalan Bun (Antara) - Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional SB Supriyadi mengungkapkan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang menjadi lokasi kotak hitam telah terdeteksi, dan sedang dibuktikan dengan robotik kamera bawah laut. "Titik koordinat dan kapal apa yang mendeteksi ekor pesawat itu, saya tidak tahu, karena langsung dilaporkan ke Pusat. Informasinya saat ini sedang dalam proses memastikan," katanya di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Rabu siang. Dia menjelaskan apabila deteksi ekor pesawat AirAsia tersebut benar, maka tindakan selanjutnya dilakukan penyelaman untuk melihat besar objek dan langkah-langkah mengangkat dari dasar laut. Langkah yang paling utama menurut jenderal bintang satu ini adalah mengangkat kotak hitam dan "recorder" pesawat AirAsia sebagai bahan investigasi penyebab jatuhnya. "Mengenai benda yang berhasil ditemukan dan diangkut tersebut nantinya diserahkan ke KNKT. Jadi, lokasi nantinya puing-puing itu apakah di Pangkalan Bun atau Surabaya tergantung KNKT. Tapi kemungkinan besar dibawa ke Jakarta," ucapnya. Direktur Basarnas itu mengatakan hingga hari ke-11 pencarian, telah ditemukan 41 jenazah, dan 39 di antaranya telah dibawa ke Surabaya. Dia memprediksi 50 persen penumpang AirAsia masih berada di badan pesawat, sehingga tidak hanya ekor yang menjadi prioritas melainkan badan pesawat. "Dua jenazah terbaru ditemukan nelayan yang beraktivitas di laut Kalimantan. Super Puma milik TNI Angkatan Udara sedang melakukan penjemputan," demikian Supriyadi.(*)
Berita Terkait
Tim SAR gabungan kerahkan 250 personel terlatih cari 80 korban Cisarua
25 Januari 2026 12:28
Tim SAR selamatkan nelayan korban kapal tenggelam di Pulau Lampu
24 Januari 2026 13:40
Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR harus dapat pendampingan hukum
24 Januari 2026 11:26
Operasi SAR pesawat ATR ditutup
23 Januari 2026 22:15
Basarnas: Total temuan korban pesawat ATR 10 paket
23 Januari 2026 11:17
Search team continues evacuation on six ATR plane crash victims
22 Januari 2026 20:14
Basarnas: Enamkorban pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 Januari 2026 16:17
SAR Gabungan kembali temukan dua jenazah korban pesawat ATR
22 Januari 2026 15:30
