Oleh Abdul Malik
Jakarta, (Antara) - Presiden Joko Widodo menunjuk Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian pada pengumunan resmi Kabinet Kerja 2014-2019 yang dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hari Nurani Rakyat (Hanura) ini menggantikan Muhammad Sulaeman Hidayat pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.
Penunjukkan Husin sebagai menteri sudah diduga, karena sebelumnya Presiden Joko Widodo memanggilnya ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (25/10) sore.
Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, pria kelahiran Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur 16 September 1963 ini sebelumnya aktif di dunia politik dari Partai Amanat Nasional (PAN), kemudian berpindah ke Partai Hanura sebagai wakil sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Riwayat pendidikan Husin, setelah lulus SMA masuk ke Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (Unkris) tahun 1996, kemudian melanjutkan ke Magister Administrasi Publik di universitas yang sama.
Suami Andresca dan Ayah dari tiga anak masing-masing Sadenzca Haniyah Putri, Andzal Rizky Putra dan Deezal Annabel Putri kini juga masih aktif sebagai anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).
Lembaga non formal yang dijalani tokoh ini di antaranya English Course in University of Oregon, Eugene, Oregon-USA (1992), Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXIX Lemhannas (2006) serta pernah belajar "public speaking" dan mengikuti pendidikan kepribadian di John Robert Power.
Husin juga dikenal sebagai pengusaha sukses dan pernah menjabat sebagai komisaris hingga direktur di berbagai perusahaan, di antaranya PT Ades Alfindo Putra Setia, Tbk Jakarta (air minum Ades), PT Shelbi Pratama serta PT Varia Prima Bina Jasa.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026