Tulungagung (Antara Jatim) - Harga kambing yang diperdagangkan di pasaran lokal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, saat ini terus merangkak naik hingga menembus angka Rp5,5 juta per ekor. Koresponden Antara di Tulungagung, Kamis, melaporkan harga itu merupakan harga tertinggi untuk satu ekor kambing kurban yang diperjualbelikan di salah satu lapak "dadakan" di pinggir jalan raya Yos Sudarso, Kota Tulungagung. "Ini harga tertinggi yang kami miliki, dan telah terjual," kata Abbas Mei Irianto, pedagang kambing setempat. Abbas merupakan pedagang kambing satu-satunya yang sampai saat ini bertahan berjualan di pinggir jalan raya kota Tulungagung dengan memanfaatkan teras/halaman rumahnya yang sempit. Ia dan kakak perempuannya, Irianti, menyediakan sedikitnya 50 ekor kambing, khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban pada Idul Adha 1439 H yang jatuh akhir pekan ini. "Paling murah kambing yang kami jual harganya sekitar Rp2 juta per ekor, tapi bobotnya tentu kecil, hanya sekitar 7-10 kilogram. Kalau yang jenis super tadi (harga Rp5,5 juta) bobotnya diperkirakan mencapai 60 kilogram. Jauh selisihnya," jelasnya. Kenaikan harga kambing juga terpantau di pasar hewan, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Beberapa pedagang mengaku pasaran harga kambing menjelang hari raya Kurban kali ini berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta. "Semua tergantung kondisi kesehatan, jenis, dan perkiraan bobot daging jika kambing nanti disembelih. Semakin besar, tentu semakin mahal," ucap Kusno, pedagang kambing di Pasar Hewan Beji. Sementara untuk jenis kambing, dari total populasi sebanyak 179.249 ekor, disnak memperkirakan volume ternak yang diperdagangkan sebagai hewan kurban mencapai 30.472 ekor atau sekitar 17 persennya. Selain menjualnya di pasaran lokal, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung Mulyanto mengatakan, sebagian besar ternak itu dikirim ke sejumlah kota besar di Jakarta, Bandung, Samarinda, dan beberapa daerah lainnya untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026