Trenggalek (Antara Jatim) - Sejumlah nelayan dan pengusaha industri pemindangan di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Kabupaten Trenggalek mengapresiasi positif tren kenaikan harga pindang di pasaran Jawa Timur, beberapa pekan terakhir. "Harganya sekarang lagi bagus. Dulu sekilo pindang ikan tongkol harganya sekitar Rp10 ribu, kini naik 50 persen menjadi Rp15 ribu per kilogram," ungkap Sudarmi, salah seorang pemilik usaha pemindangan di sentra pemindangan Pelabuhan Prigi, Trenggalek, Sabtu. Kenaikan serupa terjadi pada beberapa jenis ikan lain, seperti cakalang, layang, bandeng, tuna ataupun lainnya. Menurut Sudarmi dan beberapa pelaku usaha pemindangan lain di Pelabuhan Prigi, tren kenaikan harga aneka komoditas pindang akhir-akhir ini justru dipicu oleh volume tangkapan ikan nelayan yang menurun akibat kemarau. "Harga ikan naik apabila di pelabuhan lain di Jatim, seperti di pekalongan, Surabaya, dan Probolinggo tidak banyak menghasilkan ikan. Kondisi sebaliknya terjadi jika pelabuhan-pelabuhan itu banyak tangkapan (ikan)," timpal Darminto. Saat ini, lanjut dia, produksi pemindangan di Pelabuhan Trenggalek lebih beruntung. Pasalnya, kata Darminto maupun Sudarmi, volume tangkapan ikan di daerahnya masih cukup tinggi, sementara di kawasan pesisir utara justru mengalami penurunan. "Harga (pindang) jika seluruh hasil produk pemindangan dari berbagai pelabuhan bertemu di pasaran. Akibatnya, pasokan besar tapi permintaan tetap sehingga harga otomatis anjlok," jelasnya. Di Pelabuhan Prigi, Trenggalek, jumlah industri pemindangan tercatat mencapai puluhan unit usaha dengan volume produksi mencapai ratusan ton lebih setiap pekannya. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026