Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, meminta komitmen PT PLN untuk menerangi sejumlah desa di wilayah itu yang sampai saat ini masih "gelap" karena belum ada aliran listrik.
"Setelah dikeluarkannya izin prinsip peningkatan kapasitas daya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di kawasan Bendungan Sutami Malang, kami berharap adanya komitmen dari PLN untuk bisa mengaliri listrik ke seluruh wilayah Kabupaten Malang, sebab masih banyak desa di kabupaten ini yang belum terkover penerangan listrik," kata Bupati Malang Rendra Kresna di Malang, Selasa.
Ia mengaku izin prinsip tambah kapasitas daya tersebut cepat-cepat ditandatangani dengan harapan akan lebih banyak dusun di Kabupaten Malang yang bisa teraliri listrik, bahkan pemkab mendorong agar pembangunan PLTA bisa cepat selesai, sehingga cadangan listrik yang tersedia lebih besar lagi.
Berdasarkan data dari Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Malang, hingga akhir 2013, ada 110 dusun di 12 kecamatan yang belum tersentuh penerangan lisatrik dari PTN, di antaranya adalah dusun di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Jabung, Wajak, serta Gondanglegi.
Kapasitas daya PLTA Sutami yang sebelumnya hanya 100 mega watt (MW), akan ditambah 95 MW lagi, atau menjadi 195 MW. Proyek penambahan kapasitas daya tersebut akan ditangani oleh enam perusahaan konsorsium BUMN, yakni Pembangkit Jawa Bali (PJB), PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, Perum Jasa Tirta, dan Brantas Abdhipraya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026