Trenggalek (Antara Jatim) - Seorang pemerhati budaya dan pariwisata asal Belanda, Wil van Bussel mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur guna memberi asistensi tentang pengembangan industri pariwisata setempat. Mr Wil, demikian konsultan pariwisata dari Negeri Kincir Angin ini biasa dipanggil oleh para pegawai Dinas Pariwisata Trenggalek, Sabtu, mengaku telah tiga hari di daerah tersebut dan akan kembali ke negaranya pada Selasa (2/9). "Saya datang ke sini mewakili lembaga PUM Netherlands Senior Expert, sebuah lembaga nonprofit yang menyediakan bantuan konsultasi dibidang pengembangan kepariwisataan secara gratis di negara-negara berkembang," jelasnya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Antara. Wil menambahkan, kedatangannya ke Trenggalek merupakan tindak lanjut atas proposal permohonan bantuan asistensi di bidang pengembangan sektor kepariwisataan yang diajukan Pemkab Trenggalek ke pihak PUM Netherlands Senior Expert, melalui surat elektronik. Selama di daerah ini, Wil membidangi masalah tujuan dan perjalanan wisata ini telah mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kabupaten Trenggalek, seperti Pantai Pasir Putih, Prigi, dan Goa Lowo di Kecamatan Watulimo, Pantai Blado di Kecamatan Munjungan, serta sejumlah ritual adat "nyadranan" larung sesaji di Bendungan Bagong. Menurut keterangan staf Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Trenggalek, Dini Amalia, Wil dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah obyek wisata lain di Kota Trenggalek serta pesisir selatan Kecamatan Panggul, termasuk menyaksikan puncak prosesi kirab pusaka memperingati hari jadi saerah tersebut yang jatuh setiap tanggal 31 Agustus (Minggu). "Beliau akan membuat semacam resume potensi pariwisata yang ada, lalu memberikan masukan ke daerah mengenai apa-apa yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan demi mendongkrak industri di bidang kepariwisataan di Trenggalek," timpal Dini. Namun, Wil belum bersedia memberi ulasan mengenai hasil survei yang dilakukannya selama beberapa hari tinggal di salah satu kawasan pesisir Jatim ini. Ia beralasan, proses pengumpulan data dan informasi belum sepenuhnya tuntas sehingga analisa menyeluruh belum dilakukan. "Nanti kalau sudah ada analisanya, saya pasti sampaikan hasilnya ke pihak dinas pariwisata serta bupati," ujarnya. Kendati begitu, relawan pada lembaga nonprofit PUM International Expert itu mengaku kagum dengan keramahtamahan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, kultur masyarakat Indonesia yang ramah dan murah senyum sebenarnya menjadi modal tersendiri dalam upaya meningkatkan intensitas kunjungan wisata daerah. Demikian juga dengan keanekaragaman tradisi lokal setempat yang menurutnya sampai saat ini masih lestari. Wil hanya menyayangkan karena pengelolaan sektor pariwisata yang ada belum optimal. Menurut dia, pemerintah daerah tidak boleh bekerja sendirian dalam pengelolaan sektor ini, tetapi harus melibatkan pihak swasta agar roda industri kepariwisataan bisa tergarap optimal dan menjadi kekuatan ekonomi lokal baru. "Masyarakat juga harus bisa diyakinkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi yang besar dalam menopang sendi-sendi perekonomian daerah. Jadi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus padu dalam mengembangkan industri kepariwisataan daerah," ujarnya. Selain memberikan bantuan dalam bentuk konsultasi kepariwisataan di Indonesia, Wil van Bussel bersama yayasan PUM Netherlands Senior Expert juga memberikan jasa serupa ke sejumlah negara berkembang lain di Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, serta Afrika. Selain Indonesia yang diwakili Kabupaten Trenggalek, negara Asia Tenggara lain yang mendapat bantuan konsultasi gratis bidang kepariwisataan adalah Thailand, Filipina, serta Nyanmar.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026