Madiun (Antara Jatim) - Pembukaan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, masih terganjal izin dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).
Padahal, sesuai rencana, kampus negeri tersebut akan mulai membuka pendaftaran taruna pada tahun ini untuk tahun ajaran baru 2014/2015.
Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, Jumat, mengatakan, saat ini izin yang sudah dimiliki API Madiun adalah izin untuk empat program studi dari Kemendikbud.
"Yang belum ada izinnya adalah kelembagaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," ujar Maidi kepada wartawan.
Terkait hal itu, Sekda Maidi mengaku akan mengonfirmasi ke Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kemenhub RI, Dedy Cahyadi. Sebab, pejabat tersebut yang tahu banyak tentang legalitas API Madiun.
"Kabar terakhir, API baru bisa menggelar proses pendaftaran taruna jika sudah mengantongi semua perizinan. Saya akan menghubungi Pak Dedy Cahyadi untuk menanyakan perkembangannya, termasuk perlu pakai surat resmi atau tidak," kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Perhubugan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Madiun, Heri Suwartono, mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan pihak-pihak berwenang untuk membahas soal API Madiun. Diharapkan dari pertemuan tersebut ada titik terang.
"Rencananya pekan depan ada pertemuan di kampus API Madiun. Pertemuan itu melibatkan perwakilan Kemenhub dan KemenPAN-RB. Tujuannya untuk membahas seputar kepegawaian di API. Tentunya kami juga akan menanyakan soal izin tersebut," kata Heri.
Seperti diketahui, pembangunan API Madiun di Kota Madiun menyusul kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang transportasi kereta api. Hal itu seiring dengan pertumbuhan penumpang kereta api di tanah air yang semakin bertambah pada tahun-tahun mendatang sebagai moda transportasi massal yang murah dan aman. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026