Rio De Janeiro (Antara/Reuters) - Pelatih Timnas Bosnia Safet Susic mengatakan bahwa demam panggung dan efek Lionel Messi menjadi penyebab kekalahan Bosnia 1-2 dari Argentina pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Rio De Janeiro, Minggu malam (Senin pagi WIB). Perjuangan tim Bosnia dihentak oleh gol bunuh diri Sead Kolasinac dan gol Lionel Messi, walaupun Vedad Ibisevic bisa memperkecil ketinggalan di babak kedua, namun sudah terlambat. "Seperti yang saya bilang kemarin bahwa tujuan kami adalah sebisa mungkin menyulitkan Argentina, tim favorit juara Piala Dunia, dan saya kira kami bermain bagus di kedua babak," kata Susic dalam jumpa pers setelah pertandingan usai. "Ketika anda melawan Argentina, anda harus bermain bagus dan memiliki keberuntungan yang banyak. Tekanan psikis lah yang menyebabkan kami seolah kami kehilangan energi di akhir pertandingan," kata dia. "Saya berharap gol yang kami cetak bisa memberikan pelajaran banyak bagi kami di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kami mungkin akan membutuhkan empat atau enam poin untuk bisa lolos tapi saya bilang kepada para pemain bahwa pertandingan tadi bukan lah yang paling menentukan," kata Susic. Susic sebenarnya ingin memainkan gelandang bertahan Muhamed Besic untuk mengawal Messi namun sebaliknya meningkatkan kreativitas serangan lini tengahnya walaupun hal itu memberikan ruang bagi Argentina untuk beraksi. Keputusan itu, di mana dia Ibisevic tetap di bangku cadangan, menjadi pukulan balik bagi Bosnia karena justru mereka kehilangan taji di lini depan sedangkan Messi bisa menerobos ke depan dan menciptakan gol kedua bagi Argentina lewat tendangan datar kaki kirinya yang terarah ke pojok kiri gawang Asmir Begovic. Namun pelatih yang merupakan mantan penyerang Yugoslavia itu tetap tidak merubah strateginya. "Sangat susah melawan Messi atau pemain seperti dia. Saya memikirkan untuk mengawal dia, tapi itu tak mungkin," kata dia.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026