Surabaya (Antara Jatim) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V mencegah kelebihan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah kerjanya dengan memperketat pengawasan terhadap kenaikan konsumsi komoditas tersebut. "Peningkatan itu kami awasi secara ketat. Tujuannya, supaya realisasi hingga akhir tahun 2014 tidak melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah ini," kata "Assistant Manager External Relation" PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari, di Surabaya, Minggu. Terkait penyaluran BBM subsidi, ungkap dia, distribusi premium mencapai sebanyak 976.391 Kiloliter (KL) selama triwulan I Tahun 2014. Volume itu meningkat satu persen dibandingkan realisasi penyaluran BBM subsidi pada triwulan I/2013 di wilayah Jawa Timur. "Tahun lalu, penyaluran premium kami terealisasi sebanyak 966.368 KL," katanya. Mengenai penyebab kenaikan konsumsi BBM subsidi, jelas dia, dikarenakan kian melajunya angka pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Kondisi tersebut secara otomatis meningkatkan jumlah kendaraan yang beroperasi di wilayah kerjanya. "Walau pengawasan terhadap konsumsi kenaikan BBM subsidi kami perketat, perusahaan tetap menyalurkan premium dan solar sesuai kebutuhan masyarakat saat ini," katanya. (*)
Berita Terkait
Awal tahun 2026, harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo turun serentak
1 Januari 2026 09:03
Pertamina turunkan harga Pertamax per 1 Januari 2026
1 Januari 2026 08:38
Jelang tahun baru, harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo stabil
29 Desember 2025 10:11
BPH Migas: Stok BBM di kawasan wisata Jatim aman jelang tahun baru
28 Desember 2025 22:35
Polisi tutup sementara SPBU Babat usai dugaan BBM Pertalite tercampur air
24 Desember 2025 20:39
Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil menjelang Nataru
22 Desember 2025 08:45
Stok dan distribusi BBM di Banda Aceh berangsur pulih
20 Desember 2025 12:18
Disperindag Lamongan pastikan takaran dan stok BBM aman jelang Nataru
19 Desember 2025 17:28
