Bojonegoro (Antara Jatim) - Seratusan petani di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Rabu, mengikuti pelatihan membuat musuh alami hama penganggu tanaman melalui pengembangan "agens" hayati yang diselenggarakan Dinas Pertanian setempat. Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, pelatihan pengembangan "agens" hayati tersebut atas permintaan para petani di tiga kabupaten yang biasa mengikuti masalah pengembangan agens hayati dari dinas pertanian yang disiarkan melalui radio. "Mereka semuanya petani yang biasa mendengarkan radio siaran dinas pertanian yang kemudian tertarik mengembangkan agens hayati, sehingga meminta memperoleh pelatihan cara pengembangannya," jelasnya. Lebih lanjut ia menuturkan agens hayati adalah musuh alami yang dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). "Kami mengembangkan agens hayati sejak 1999, tapi baru sekitar 10 persen petani di Bojonegoro yang memanfaatkan, disebabkan terkendala masalah teknis," ucap Anggota Pusat Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Bojonegoro Pasiran, menambahkan. Sesuai data di PPAH, agens hayati yang sudah dikembangkan yaitu Cendawan "Beauveria sp" dengan sasaran Wereng Cokelat, Wereng Hijau, Wereng Punggung Putih, Penggerek Batang, Wereng Loreng, Walang Sangit, Kepik, Ulat Grayak, Hama Putih Palsu. "Pengendalian Hama Wereng yang menyerang tanaman padi dengan Cendawan 'Beauveria sp' sangat efektif, sebab hama akan terperangkap di dalam cendawan," ujarnya. Lainnya, katanya, Cendawan "Verticilium sp" dengan sasaran hama Aphis, Trips, Ganjur, Lalat Daun, Kutu Kebul, Kutu Putih, Tungau Merah, pada tanaman padi, palawija dan hortikultura, selain juga Cendawan "Antagonis Trichoderma sp" dan "Crynebacterium". Menurut Djupari, pengembangan agens hayati sangat penting mengingat di daerahnya merupakan daerah endemis hama wereng, sehingga adanya pengembangan agens hayati akan mampu mencegah populasi hama wereng. "Pengembangan agens hayati akan mampu mengendalikan ledakan hama dan penyakit," ujarnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026